Lagu lain dari Odys
Deskripsi
Produser: Odis
Programmer: Odis
Vokal: Lav'
Penulis lirik: Patrick Skrzydło
Komposer: Dominik Urbáez Gómez.
Lirik dan terjemahan
Asli
Wciąż delektuję się swoim bólem, póki w ogóle cokolwiek czuję.
Emocje biorą powoli górę, więc nie pytaj o nią. Nie wiem, co u niej.
Choć dawno już nie patrzę w twoją stronę, to tylko Ty znasz to, co we mnie płonie.
Rozdrap moje rany. Chcę z Tobą się wykrwawić.
Weź moje wszystkie plany gdzieś pozwól znowu marzyć. Bo nie widzę już nic. Bo nie widzę już nic.
Bo nie widzę już nic. Ciągle idę na oślep. I tak spływają dni. Dawno nie płyną łzy.
Moje c'est la vie. To moje pasmo nocne. Bo nie widzę już nic. Bo nie widzę już nic.
Bo nie widzę już nic. Ciągle idę na oślep. I tak spływają dni. Dawno nie płyną łzy.
Moje c'est la vie. To moje pasmo nocne.
Nie widzę twarzy, nie widzę sumień. Tak wielu rzeczy wciąż nie rozumiem.
Nie planowałem zostać na dłużej.
Nie planowałem, lecz chyba muszę, bo powoli duszę się w swojej skórze i wciąż leczę duszę z wielu zaburzeń, by nie działać znów wbrew swojej naturze.
I unoszę znów brew, bo czuję burzę, gdy widzę Twój uśmiech znów w miniaturze i znowu nie usnę.
I znowu wrócę gdzieś chwilę po szóstej i znów zanucę, że nie widzę już nic. Że nie widzę już nic.
Rozdrap moje rany. Chcę z Tobą się wykrwawić.
Weź moje wszystkie plany gdzieś pozwól znowu marzyć. Bo nie widzę już nic. Bo nie widzę już nic.
Bo nie widzę już nic. Ciągle idę na oślep. I tak spływają dni. Dawno nie płyną łzy.
Moje c'est la vie. To moje pasmo nocne. Bo nie widzę już nic. Bo nie widzę już nic.
Bo nie widzę już nic. Ciągle idę na oślep. I tak spływają dni. Dawno nie płyną łzy.
Moje c'est la vie. To moje pasmo nocne. To moje pasmo nocne. To moje pasmo nocne.
Terjemahan bahasa Indonesia
Saya masih menikmati rasa sakit saya sementara saya merasakan apa pun.
Emosi perlahan menguasai Anda, jadi jangan tanya tentang dia. Saya tidak tahu bagaimana keadaannya.
Meski sudah lama aku tidak mencarimu, hanya kamu yang tahu apa yang membara dalam diriku.
Bukalah lukaku. Aku ingin kehabisan darah bersamamu.
Bawa semua rencanaku ke suatu tempat dan biarkan aku bermimpi lagi. Karena aku tidak bisa melihat apa pun lagi. Karena aku tidak bisa melihat apa pun lagi.
Karena aku tidak bisa melihat apa pun lagi. Aku terus berjalan membabi buta. Dan hari-hari pun berlalu. Air mata sudah lama tidak mengalir.
Ini adalah pandanganku. Ini band malamku. Karena aku tidak bisa melihat apa pun lagi. Karena aku tidak bisa melihat apa pun lagi.
Karena aku tidak bisa melihat apa pun lagi. Aku terus berjalan membabi buta. Dan hari-hari pun berlalu. Air mata sudah lama tidak mengalir.
Ini adalah pandanganku. Ini band malamku.
Saya tidak melihat wajah, saya tidak melihat hati nurani. Masih banyak hal yang belum kumengerti.
Saya tidak berencana untuk tinggal lama.
Aku tidak merencanakannya, tapi kurasa aku harus melakukannya, karena kulitku perlahan tercekik dan aku masih menyembuhkan jiwaku dari banyak gangguan agar tidak bertindak melawan kodratku lagi.
Dan aku menaikkan alisku lagi karena aku merasakan badai saat melihat senyummu lagi dalam bentuk mini dan aku tidak akan tertidur lagi.
Dan saya akan kembali lagi, sekitar pukul enam setelahnya, dan saya akan bersenandung lagi bahwa saya tidak dapat melihat apa pun lagi. Bahwa aku tidak bisa melihat apa pun lagi.
Bukalah lukaku. Aku ingin kehabisan darah bersamamu.
Bawa semua rencanaku ke suatu tempat dan biarkan aku bermimpi lagi. Karena aku tidak bisa melihat apa pun lagi. Karena aku tidak bisa melihat apa pun lagi.
Karena aku tidak bisa melihat apa pun lagi. Aku terus berjalan membabi buta. Dan hari-hari pun berlalu. Air mata sudah lama tidak mengalir.
Ini adalah pandanganku. Ini band malamku. Karena aku tidak bisa melihat apa pun lagi. Karena aku tidak bisa melihat apa pun lagi.
Karena aku tidak bisa melihat apa pun lagi. Aku terus berjalan membabi buta. Dan hari-hari pun berlalu. Air mata sudah lama tidak mengalir.
Ini adalah pandanganku. Ini band malamku. Ini band malamku. Ini band malamku.