Lagu lain dari Nine Inch Nails
Deskripsi
Kecemasan halus dalam buku harian: mata mengingat sesuatu, tetapi ingatan tidak.
Masa lalu bergerak di tepi kesadaran, seolah-olah seseorang berbisik: “jangan lepaskan”, dan kemudian bertanya dengan lantang: “Siapa yang ingin hidup selamanya?” 🤔
Musik seperti panggilan telepon larut malam - sekaligus permintaan dan pengakuan: tunggu, jangan pergi, kita hanya punya waktu. Ada kelembutan, kepanikan ringan, dan harapan aneh bahwa di balik akord berikutnya akan ada cara untuk menjadi sedikit lebih baik dari sebelumnya.
Lagu ini seperti jendela yang memandang fajar setelah malam tanpa tidur: dingin, tetapi terlihat hangat. Sedikit ironi tentang keabadian dan banyak kehangatan bagi mereka yang masih berpegang pada garis cakrawala. ❤️
Lirik dan terjemahan
Asli
I can't remember why.
Something in my eye.
Something in the way it feels here.
Something to believe.
What I used to be.
I just don't know anymore.
I just don't know anymore.
I saw it on your face.
We all know our place.
I don't wanna be here anymore.
Please hold onto me.
All of us are here to die.
Stay here inside me.
All we ever had was time.
Voices calling.
Some place I could never go.
Oh, I wish I didn't know.
If I could stay here.
I could find a way somehow.
Think I would remember now.
Please hold onto me.
All of us are here to die.
Stay here inside me.
All we ever had was time.
Who wants to live forever?
-Who wants to live forever?
-I might just fade away.
-Who wants to live forever?
-I might just fade away.
Who wants to live forever? Who wants to live forever?
Who wants to live forever?
Who wants to live forever?
Terjemahan bahasa Indonesia
Saya tidak ingat alasannya.
Sesuatu di mataku.
Ada sesuatu yang terasa di sini.
Sesuatu untuk dipercaya.
Aku yang dulu.
Aku tidak tahu lagi.
Aku tidak tahu lagi.
Aku melihatnya di wajahmu.
Kita semua tahu tempat kita.
Saya tidak ingin berada di sini lagi.
Tolong pegang aku.
Kita semua di sini untuk mati.
Tetaplah di sini di dalam diriku.
Yang kami punya hanyalah waktu.
Suara-suara memanggil.
Suatu tempat yang tidak pernah bisa saya datangi.
Oh, andai saja aku tidak mengetahuinya.
Jika saya bisa tinggal di sini.
Entah bagaimana, aku bisa menemukan jalannya.
Kupikir aku akan mengingatnya sekarang.
Tolong pegang aku.
Kita semua di sini untuk mati.
Tetaplah di sini di dalam diriku.
Yang kami punya hanyalah waktu.
Siapa yang ingin hidup selamanya?
-Siapa yang ingin hidup selamanya?
-Aku mungkin akan menghilang begitu saja.
-Siapa yang ingin hidup selamanya?
-Aku mungkin akan menghilang begitu saja.
Siapa yang ingin hidup selamanya? Siapa yang ingin hidup selamanya?
Siapa yang ingin hidup selamanya?
Siapa yang ingin hidup selamanya?