Lagu lain dari Nebi Demir
Deskripsi
Produser: Musik Gelap dan Gelap
Komposer: Oğuzhan Atmaca
Penulis Lirik: Oğuzhan Atmaca
Lirik dan terjemahan
Asli
Uykularım haram oldu yine geceleri.
Gönlümden çıkmaz alınla seni ecelerim.
Gölgemde durur ayrılmam geceyi beklerim. Uykusuz günlerine de el isi eklerim.
Hatıralara sordum seni tanımadılar.
Gözlerime bak kaç gece uyumadıma. Yağmurun yağar sensizken kıyılarıma.
Mis kokun dolar gece odalarıma oy.
O hasret yollarını yürüyemem artık.
Gözümden akan yaşlarımı silmekten usandım. Gece rüyalarıma girdiği o kapı kapandı.
Yandım da yandım buna dayandım.
O hasret yollarını yürüyemem artık. Gözümden akan yaşlarımı silmekten usandım.
Gece rüyalarıma girdiği o kapı kapandı.
Yandım da yandım buna dayandım.
O hasret yollarını yürüyemem artık.
Gözümden akan yaşlarımı silmekten usandım. Gece rüyalarıma girdiği o kapı kapandı.
Yandım da yandım buna dayandım.
O hasret yollarını yürüyemem artık. Gözümden akan yaşlarımı silmekten usandım.
Gece rüyalarıma girdiği o kapı kapandı.
Yandım da yandım buna dayandım.
Terjemahan bahasa Indonesia
Tidur saya dilarang lagi di malam hari.
Aku akan membunuhmu dengan dahiku, dengan hatiku.
Aku berdiri dalam bayanganku, aku tidak pergi, aku menunggu malam. Saya menambahkan kerajinan tangan ke hari-hari tanpa tidur Anda.
Saya menanyakan kenangan itu, mereka tidak mengenali Anda.
Lihatlah mataku, berapa malam aku tidak tidur. Hujanmu turun di pantaiku tanpamu.
Aroma manismu memenuhi kamarku di malam hari.
Aku tidak sanggup lagi menempuh jalan kerinduan itu.
Aku lelah menyeka air mata dari mataku. Pintu yang memasuki mimpiku di malam hari telah tertutup.
Saya terbakar dan terbakar tetapi saya menahannya.
Aku tidak sanggup lagi menempuh jalan kerinduan itu. Aku lelah menyeka air mata dari mataku.
Pintu yang memasuki mimpiku di malam hari telah tertutup.
Saya terbakar dan terbakar tetapi saya menahannya.
Aku tidak sanggup lagi menempuh jalan kerinduan itu.
Aku lelah menyeka air mata dari mataku. Pintu yang memasuki mimpiku di malam hari telah tertutup.
Saya terbakar dan terbakar tetapi saya menahannya.
Aku tidak sanggup lagi menempuh jalan kerinduan itu. Aku lelah menyeka air mata dari mataku.
Pintu yang memasuki mimpiku di malam hari telah tertutup.
Saya terbakar dan terbakar tetapi saya menahannya.