Lagu lain dari Los Delinqüentes
Deskripsi
Produser: Josema García-Pelayo
Produser: Diego Pozo
Penerbit Musik: DLQ Música
Lirik dan terjemahan
Asli
Yo me levanto temprano y me pongo a trabajar.
Con mi guitarra en la mano yo nunca paro de cantar.
Que a mí me llaman el descalzo porque en invierno uso chanclas.
Y yo lo hago pa notarme en el fresquito de la mañana.
Todo el día en la calle, en la plazuela, tomando el aire.
Soy un bohemio de la vida que yo no tengo nada que ver con los bigotes señoriales que se pasean por Jerez.
Que yo no tengo ligaciones y yo no tengo más que ver que los arquitos de la plaza cuando termina de llover.
Los días de colores y en la plazuela fumando flores.
Y el aire de la calle a mí me huele a goma fresca.
Yo lo asumo, me lo fumo y me escapo por la cuesta. Te quiero, te quiero como la pera a los peros.
Yo te amo, yo te amo cuando te pierdo y cuando te gano.
Los pantalones sin bolsillos, pero los hilos no se amargan.
Te canto en la alameda del banco, te canto en la calle Larga.
Lo mismo te canto un fandango que yo te canto por Triana.
Solo quiero cuarenta pavos para dormirme en una cama.
No quiero amores, soy vagabundo y amante de la noche.
Y el aire de la calle a mí me huele a goma fresca.
Y yo lo asumo, me lo fumo y me escapo por la cuesta. Qué pena, mira qué pena, que mi mesero no tiene piedra.
Quién pudiera, quién pudiera pintar olores en la arena, ay, prima.
Veneno negro yo tengo en la sangre.
En mi brazo tengo cinco tatuajes.
Yo nunca lloro porque vivo en carnavales.
Me pongo la careta y me lanzo a la calle.
Y me lanzo a la calle.
Y me lanzo a la calle.
Y me lanzo a la calle
Terjemahan bahasa Indonesia
Saya bangun pagi dan mulai bekerja.
Dengan gitar di tanganku, aku tidak pernah berhenti bernyanyi.
Mereka menyebut saya yang bertelanjang kaki karena di musim dingin saya memakai sandal jepit.
Dan saya melakukannya untuk memperhatikan diri saya di pagi hari yang sejuk.
Sepanjang hari di jalan, di alun-alun, menghirup udara.
Saya seorang bohemian dalam hidup dan saya tidak ada hubungannya dengan kumis megah yang berjalan di sekitar Jerez.
Bahwa aku tidak punya dasi dan tidak ada lagi yang bisa dilihat selain lengkungan kecil di alun-alun saat hujan berhenti.
Hari-hari penuh warna dan bunga-bunga berasap di alun-alun.
Dan udara jalanan berbau seperti karet segar bagi saya.
Saya menerimanya, saya merokok dan saya lari menuruni bukit. Aku mencintaimu, aku mencintaimu seperti buah pir mencintai tetapi.
Aku mencintaimu, aku mencintaimu saat aku kehilanganmu dan saat aku memenangkanmu.
Celana tanpa saku, tapi benangnya tidak pahit.
Aku bernyanyi untukmu di gang bank, aku bernyanyi untukmu di Long Street.
Aku menyanyikan fandango yang sama untukmu seperti yang aku nyanyikan untukmu untuk Triana.
Saya hanya ingin empat puluh dolar untuk tertidur di tempat tidur.
Aku tak menginginkan cinta, aku seorang gelandangan dan pencinta malam.
Dan udara jalanan berbau seperti karet segar bagi saya.
Dan saya menerimanya, saya merokok dan saya lari menuruni bukit. Sayang sekali, lihat sayang sekali, pelayanku tidak punya batu.
Siapa yang bisa, siapa yang bisa melukis bau di pasir, oh sepupu.
Saya memiliki racun hitam dalam darah saya.
Saya memiliki lima tato di lengan saya.
Saya tidak pernah menangis karena saya tinggal di karnaval.
Saya memakai topeng saya dan turun ke jalan.
Dan saya turun ke jalan.
Dan saya turun ke jalan.
Dan saya turun ke jalan