Deskripsi
Kata-kata terdengar seperti monolog batin seseorang yang lelah namun tetap terus melangkah maju - seolah-olah kakinya sendiri yang membawa dirinya menaiki tanjakan yang curam, meskipun hatinya meminta untuk berhenti. Frasa-frasa terputus-putus, seperti napas setelah berlari jauh: ada kemarahan terhadap kelelahan sendiri, ada kata-kata keras kepala “bersiaplah”, dan ada potongan-potongan kenangan yang tertinggal di masa lalu.
Musik membalut teks ini dengan irama yang lembut namun berat, menciptakan perasaan pagi yang kelabu, ketika segala sesuatu di sekitarnya menarik ke bawah, tetapi di kepala tetap terdengar suara: “jangan menyerah”. Hasilnya adalah sketsa jujur dan serak tentang kehidupan di titik balik - dengan rasa sakit, ironi diri, dan secercah harapan kecil yang tidak mau padam.
Lirik dan musik: Mengelez
Lirik lagu: Kaan Berk Başaran
Sampul: Roxxo
Produser: Xolkie
Pencampuran dan mastering: Cad
Lirik dan terjemahan
Asli
Arıyordum ama bilmeden de koşayım yolu. Ne kadar özlesem de sabır selamet bu konu.
Bu kadar yeter kapris çekmek yok size müsaade.
Sonunu gören neden döndü zor görünce hali? Zor görünce kaç, incelince pas.
Yorgun ince düştü aklım dedim gelir şans. Bakarken uzağa konular uzar. Her gün aynı hali biterken yıllar.
Bu kadar da dert kederle yeter oldum pert.
Battım çıktım dedim oğlum başaracaksın mert.
Sonunu bildim ezberli memlekette geçek geçek derken her gün daha dibe battık. Maziye kaldık.
Milletim az mayık bakın gelecek kime kaldı. Yeter hep diyorum pes ediyorum.
Bu hayaller zamanla tükenecektir ama heder olma unutma, unutma.
Birden kalktım öldüm sandım. Aslında pek yok mu sabrım? Dedim hayat verir yara.
Uyu anam, uyu anam. Birden kalktım öldüm sandım.
Aslında pek yok mu sabrım? Hayat dedim verir yara.
Uyu anam, uyu anam.
Ben çürüyorum her gün. Anlayacak gibi değilsin demiştim. Uyu.
Bitiyoruz her gün daha da bittik gitti öldük ya da.
Terjemahan bahasa Indonesia
Aku sedang mencarinya, tapi biarkan aku lari tanpa menyadarinya. Betapapun aku merindukannya, kesabaran adalah soal keselamatan.
Sudah cukup, tidak ada keinginan yang diperbolehkan.
Mengapa mereka yang melihat akhir berbalik ketika mereka melihat situasi yang sulit? Kalau ketemu susah lari, kalau makin tipis lewati.
Aku lelah dan kehilangan akal, kataku, keberuntungan akan datang. Saat melihat, jarak benda menjadi lebih jauh. Saat tahun-tahun berakhir dalam situasi yang sama setiap hari.
Aku sudah muak dengan semua kesulitan dan kesedihan ini.
Aku berkata, "Aku dalam masalah, aku dalam masalah, Nak, kamu akan berhasil, kawan."
Saya tahu akhirnya, kami tenggelam lebih dalam setiap hari saat kami berjuang untuk bertahan hidup di negara yang diingat ini. Kita tertinggal di masa lalu.
Bangsaku sedang compang-camping, lihatlah kepada siapa masa depan yang tersisa. Saya terus mengatakan cukup sudah dan saya menyerah.
Mimpi-mimpi ini akan habis seiring berjalannya waktu, namun jangan disia-siakan, jangan sampai dilupakan.
Tiba-tiba saya terbangun dan mengira saya sudah mati. Sebenarnya, bukankah aku punya banyak kesabaran? Aku bilang luka memberi kehidupan.
Tidur ibu, tidur ibu. Tiba-tiba saya terbangun dan mengira saya sudah mati.
Sebenarnya, bukankah aku punya banyak kesabaran? Aku bilang hidup memberi luka.
Tidur ibu, tidur ibu.
Saya membusuk setiap hari. Aku bilang kamu sepertinya tidak mengerti. Tidur.
Kita sudah selesai, kita semakin selesai setiap hari, kita mati atau mati.