Lagu lain dari Number_i
Deskripsi
Penulis lirik dan komposer: Sho
Penulis lirik dan komposer: Pecori
Komposer dan aransemen: Monjo
Komposer dan aransemen: Shun
Lirik dan terjemahan
Asli
嬉 しそうなまま走り去ってく。 ステージ上から思い出す逆flash。
あの時の君のwho are you? だけどきっと合いまくってた周波数。
フリンジのついたワンピース羽織って、ぼやけ た日、熱 く金曜。 思い出す金木犀香って、そんな代わりにちょっと酔って。
始まりをそ っと覗いて繋いだルーター。 つまずいた I'm a Friday。 廃れたゲームを君とプ レイ。
スキップし た君にちょっと待って。
追いかけても切り消える煙。 画面に入り眠りかさねるってね無理。 繰り返し同じルーティン。
あの 金曜日、ビルまだそこにきっと。
逢いたいから夢まで。
まだ泣いてんの俺だけ。
待ってよとつぶやいて。
ただ逢いたいと願って。
目覚めの前の君は寂しそうで。
星の名前が分 かりそうで。 迷子、俺に迫る永遠。
まるで一夜の経験だったみたいんな。 ピンクに溶け出すバラ。
ストロベリーチョコレート甘い ま ま。 手についたカラーデニムで拭くばっか。 肩と肩並べてもわざと離れてく。
まるで 気まぐれな磁石。 くぎ付けでも君半透明なままですり抜ける。 わけなの? 記憶の負けなの?
相 手のに振られたの? red neck止まれば近づけぬ。
君の匂いが残るまだ鼻について離 れない。 まだ話せない。 逢いたいから夢まで。
まだ泣いてんの俺だけ。
待ってよとつぶやいて。
ただ逢いたいと願って。
逢いたいから夢まで。
まだ泣いてんの俺だけ。
待ってよとつぶやいて。
ただ逢いたいと 願って。
yeah
Terjemahan bahasa Indonesia
Dia melarikan diri tampak bahagia. Flash terbalik yang saya ingat dari panggung.
Siapa kamu saat itu? Tapi saya yakin frekuensinya cocok.
Saat itu hari Jumat yang panas, hari yang buram dengan mengenakan gaun berponi. Saya ingat Saika Osmanthus, tapi dia malah sedikit mabuk.
Sebuah router yang saya intip dan sambungkan ke awal. Tersandung saya hari Jumat. Mainkan game usang bersama Anda.
Buat kalian yang skip, tunggu dulu.
Asap yang hilang meski dikejar. Tidak mungkin tertidur di depan layar. Rutinitas yang sama berulang kali.
Jumat itu, saya yakin gedung itu masih ada.
Aku ingin bertemu denganmu, meski hanya mimpi.
Aku satu-satunya yang masih menangis.
Saya berbisik, “Tunggu.”
Aku hanya berharap bisa bertemu denganmu.
Anda terlihat kesepian sebelum bangun.
Sepertinya aku tahu nama bintang itu. Anak hilang, keabadian menghampiriku.
Itu seperti pengalaman semalam. Mawar yang melebur menjadi merah jambu.
Coklat strawberry mama manis. Saya baru saja menyekanya dengan denim berwarna yang ada di tangan saya. Bahkan saat kami saling bahu membahu, kami sengaja menjauh.
Seperti magnet yang aneh. Sekalipun aku dipaku, kamu tetap tembus cahaya dan lolos. Apa gunanya? Apakah karena ingatanku?
Apakah lawanmu mencampakkanmu? Kalau leher merahnya berhenti, ia tidak akan mendekat.
Aromamu masih melekat di hidungku. Saya belum bisa bicara. Aku ingin bertemu denganmu, meski hanya mimpi.
Aku satu-satunya yang masih menangis.
Saya berbisik, “Tunggu.”
Aku hanya berharap bisa bertemu denganmu.
Aku ingin bertemu denganmu, meski hanya mimpi.
Aku satu-satunya yang masih menangis.
Saya berbisik, “Tunggu.”
Aku hanya berharap bisa bertemu denganmu.
Ya