Deskripsi
Produser eksekutif: Lina Priscilla (HITS Records)
A&R: Sevri Hadis
Asisten A&R: Aristides J. Suwono, Rafael Yefta, Irsabian, dan Mohammad Fakhri
Penulis lagu: Martynus Tintin dan Mohammed Kamga
Penyanyi: Bertrand Putra Onsu
Produser: S/EEK
Keyboard dan synthesizer: Adrian Rahmat Purwanto
Drum dan pemrograman: Jessilardus Meits dan Marco Steffiano
Gitar: Joshua Jan
Alat musik gesek: Ivan Tangkulung
Vokal direkam: Backbeat Studio, sutradara suara: Aditya Bagus
Produser vokal: Mohammed Kamga
Editor vokal: Rio Ndul
Pencampuran: Stevano (Hide Studio)
Mastering: Dimas Pradipta (Sum It!) Studio
Penerbit: PT. Sony Music Publishing Indonesia
Talenta: Gilang Devialdi dan Shelvi Amanda.
Tambahan: Alif Jazir, Rayvan Alvino Kristian, Teguh Bintang, Ira Oktaviani, Rini, Nabila Safitri, Karissa Putri, Sinta, Yoga Purba, Nino, Rifki Maulana, Angara
Produksi JA Films
Produser dan sutradara: Joshua Axel Limanjaja
Tim pengembangan konsep: Jesica Suyanti dan Nicolas Dutavira
Asisten produser: Rivaldo T.
Sinematografer: Ramadan Firman
Asisten Kamera: Faiid “Fey” Ardaani.
Master: Aji Oktabrian
Lightman: Ateng, Rizki, Yayan
Direktur Seni: Aditya “Bardit” Putra Guntara.
Komod: Adli Firdaus
Cadangan: Rizki Fatur
Koordinator Kecantikan: Rully Adianto dan Zatika
Penata Rias untuk Bertrand Putra Onsu: Selgi
MUA dan Penata Rambut untuk Masses: Bulan dan Marsella
Penata gaya: Yasmin Mutiar
Koordinator bakat: Chelent Karunia dan Thomas Lesmono
Agen bakat: Karina Taurusia
Pakaian untuk figuran: Chelent Karunia dan Thomas Lesmono
Manajer lokasi: Rexy Bahrain
Lokasi tim: Gesti Saputra, Bagoelski, Angga.
Editor offline: Joshua Axel Limandjaja
Pewarna dan editor online: Amedeo Eka Tanoto
Desainer grafis: Yesi Suyanti
Lirik dan terjemahan
Asli
Aku bukan pahlawan tak perlu tepuk tangan.
Aku hanya ingin berlaku benar.
Bagiku cinta hanya satu lawan mainnya.
Mana di mana letak salahnya.
Bukannya aku merasa paling benar.
Hanya tak mau benarkan yang memang salah.
Bila dia memang layak kau perjuangkan.
Ya bukan takdirku 'tuk jadi pemenang.
-Benar malah menjadi pecundang.
-Bukan pemenang malah -pecundang.
-Tak perlu sebut nama aku hafal aksara.
Yang tak sengaja sering kau ucapkan.
Lidahmu bela diri wajahmu pucat pasi.
Kau jahat di hatimu sendiri.
Bukannya aku merasa paling benar.
Hanya tak mau benarkan yang memang salah.
Bila dia memang layak kau perjuangkan.
Ya bukan takdirku 'tuk jadi pemenang.
Benar malah menjadi pecundang.
Kini aku mengerti ternyata ku hanya pemain pengganti.
Silakan ambil piala mu.
Percuma aku memenangkanmu.
Bukannya aku merasa paling benar.
Hanya tak mau benarkan yang memang salah.
Bila dia memang layak kau perjuangkan.
Biarlah ku yang jadi pecundang.
Oooh.
Bila dia memang layak kau perjuangkan.
Ya bukan takdirku 'tuk jadi pemenang.
Benar malah menjadi pecundang.