Lagu lain dari Jirayut
Deskripsi
Kadang-kadang cinta itu kayak maraton tanpa garis finis - kamu lari, kehabisan napas, ngasih semua yang kamu punya, tapi di podium, bukannya medali, yang kamu dapet cuma tatapan dingin dan gerakan ringan, seolah-olah semua lomba ini cuma iseng-iseng aja. Tenggorokan terasa sakit karena kata-kata yang tidak terucap, dan hati seolah-olah bernyanyi dalam mode “kesalahan koneksi”. Semuanya telah diberikan, semuanya telah dibuktikan, tetapi sebagai balasannya - hanya ada kesombongan yang ditunjukkan dan ego orang lain di bawah sorotan lampu sorot. Dan yang tersisa hanyalah menghembuskan napas - bukan karena telah memaafkan, tetapi karena tidak ada lagi tenaga untuk marah.
Lirik dan terjemahan
Asli
Selama ini aku mencintaimu begitu tulus tanpa ada rasa ragu.
Semua telah ku berikan pada dirimu oh sayang, tapi yang kudapat hanya penghinaan.
Sengaja di depan orang kau tebarkan kesombongan, seolah dirimu yang kubutuhkan.
Sedikit pun kau tak menoleh apa yang telah kau peroleh. Engkau anggap remeh semua pengorbananku.
Sakit, sakit, sakit kurasa.
Pedih, pedih batin merana.
Kecewa, kecewa, kecewa, ku kecewa.
Mati, mati, mati-matian.
Kamu, kamu kuperjuangkan.
Tapi, tapi yang kuterima kekecewaan.
Sengaja di depan orang kau tebarkan kesombongan, seolah dirimu yang kubutuhkan.
Sedikit pun kau tak menoleh apa yang telah kau peroleh.
Engkau anggap remeh semua pengorbananku.
Sakit, sakit, sakit kurasa.
Pedih, pedih batin merana.
Kecewa, kecewa, kecewa, ku kecewa.
Mati, mati, mati-matian.
Kamu, kamu kuperjuangkan.
Tapi, tapi yang kuterima kekecewaan.
Sakit, sakit, sakit kurasa.
Pedih, pedih batin merana.
Kecewa, kecewa, kecewa, ku kecewa.
Mati, mati, mati-matian.
Kamu, kamu kuperjuangkan.
Tapi, tapi yang kuterima kekecewaan.
Hoooo, ku kecewaaa