Lagu lain dari Afan
Deskripsi
Monolog hati yang hancur, panas seperti siang hari di bawah matahari tropis. Di sini tidak ada tangisan - di sini mereka menyanyikan kecaman dengan punggung tegak dan senyuman tipis. Dulu sepertinya “selamanya” adalah tentang mereka, tetapi sekarang setiap baris terdengar seperti tamparan keras ke masa lalu.
Kebencian telah padam, yang tersisa hanyalah ketenangan yang dingin. Musik - sedikit dramatis, sedikit penuh dendam - membawa serta seruan “cukup!” yang sangat khusyuk. Dan di antara akord-akord itu, muncul rasa ringan yang aneh: seolah-olah rasa sakit akhirnya digantikan oleh kebebasan, dan hati yang hancur tiba-tiba mulai menari.
Produser eksekutif Yonatan Nugroho (3D Entertainment)
A&R: DVI Santoso/Rizki Maulana Hidayat
Komposer: AFAN
Penerbit: MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT
Produser: Riki Flo
Keyboard, drum, bass, gitar, dan pemrograman: Riki Flo
Seruling: Baba Thoenk
Tabla: Kahfi Khan
Piano: Dhanii
Pencampuran dan mastering: Ricky Flo
Sutradara: Mr_Redz
Operator: Herry Selalu Happy
Penyuntingan: Dimas Hafiza
Pewarnaan: Vincent Marcellino
Efek visual: Ari Lukito dan tim
Kepala kru kamera: Reno Adi dan tim
Penata gaya: Dimas Fernando
Rias wajah dan tata rambut: Rias Wajah Berisiko
Lirik dan terjemahan
Asli
Kau bilang kasih sayangmu hanya untukku.
Cinta dan kesetiaanmu hanya padaku.
Tapi mengapa kini kau berpaling dariku?
Kau membagi cintamu dengan lelaki lain.
Kau bilang kasih sayangmu hanya untukku.
Kejam sungguh kejam.
Tega sungguh tega.
Kau tinggalkan aku karena dia.
Kini kau kembali mengharap cintaku.
Maaf ku tak bisa menerimamu.
Cukuplah sudah kau buat kecewa.
Cukup menderita, terluka karena kepalsuanmu.
Kau bilang kasih sayangmu hanya untukku.
Kejam sungguh kejam.
Tega sungguh tega.
Kau tinggalkan aku karena dia.
Kini kau kembali mengharap cintaku.
Maaf ku tak bisa menerimamu.
Cukuplah sudah kau buat kecewa.
Cukup menderita, terluka karena kepalsuanmu. Hoo. . .
Kepalsuanmu.