Deskripsi
Terkadang cinta tidak berakhir dengan keras - hanya menjadi lebih pelan. Seperti radio yang dulu memutar lagu favorit, tetapi sekarang hanya ada suara bising di antara stasiun. Segalanya tampak seperti biasa, tetapi maknanya telah lama menghilang, hanya menyisakan kebiasaan untuk saling berpegangan tangan.
Di sini terdengar pengakuan yang jujur dan lelah: kami telah mencoba, tetapi berhenti berjalan ke arah yang sama. Tanpa kebencian, tanpa drama - hanya saatnya untuk mematikan lampu dan keluar. Karena terkadang menjaga diri sendiri lebih penting daripada berpegang pada sesuatu yang sudah lama tidak menghangatkan.
Lagu ini ditulis oleh Lafa Pratomo dan Prinsya Mandagi.
Produser dan aransemen: Lafa Pratomo
Drum Rama Hartono
Bass Iskandar
Piano Otty Tarregi
Kunci oleh Lafa Pratomo
Gitar Lafa Pratomo
Vokal latar Tessa Latuhere dan Mohammed Kamga
Vokal, sutradara Mohammed Kamga
Pencampuran Rama Hartono
Mastering: Dimas Pradipta
Lirik dan terjemahan
Asli
Semakin, semakin hari ku tak inginkanmu.
Kurasa kita tak lagi menyatu.
Setahun belakang jalan kita kian berbeda.
Kau berjalan ke sana, ku ke sini tak bertemu.
Mungkin sebaiknya kita cukup.
Siapa yang salah sesungguhnya.
Ku tak tahu lagi, ku sudah lelah.
Nyatanya kita tak lagi sejalan.
Jangan coba 'tuk dipaksakan.
Walau pun tak mudah, kau kur lepaskan.
Daripada ku kehilangan diriku.
Lebih baik ku kehilangan kamu.
Apa yang ada di kepalamu sesungguhnya.
Kau bukan lagi orang yang sama ketika, dulu di awal kita memulai.
Siapa yang salah sesungguhnya.
Ku tak tahu lagi, ku sudah lelah.
Inilah waktunya kuucapkan selamat tinggal.
Nyatanya kita tak lagi sejalan.
Jangan coba 'tuk dipaksakan.
Walau pun tak mudah, kau kur lepaskan.
Daripada ku kehilangan diriku.
Lebih baik ku kehilangan kamu.
Huuuu.
Lebih baik kita sampai di sini.