Lagu lain dari Suara Kayu
Deskripsi
Ada pertemuan-pertemuan di mana waktu berhenti berdetak dan hanya tersenyum ke arahmu - seolah-olah berkata, “Hiduplah, aku tidak mengganggu.” Segala sesuatu di sekitar menjadi lembut, cerah, seolah-olah malam musim panas itu sendiri memutuskan untuk menjadi saksi sesuatu yang baru. Tawa, percakapan tanpa jeda, tarian tanpa alasan... dan perasaan aneh bahwa orang di seberang seolah-olah selalu ada, hanya lupa memperkenalkan diri.
Setiap kata adalah percikan, setiap tatapan adalah undangan untuk tinggal sedikit lebih lama. Dan jika ini bukan takdir, maka ini pasti kerabat dekatnya, yang sedikit mabuk karena kebahagiaan dan memutuskan untuk berperan sebagai cupid dengan iringan musik live.
Komposer: Petra Sikombing, Audrey Dewangga, Ingrid Tamara, David Elsandro, Reky Risanto
Produser musik: Petra Sikombing
Direktur vokal: Bianca Mahrani
Pencampuran: Ivan Gojaya
Mastering: Dimas Pradipta
Label rekaman: Warner Music Indonesia
Pemain: Amanda Raib dan Andika.
Produser: Andika Bayu | Manajer proyek: Erwan Aditya
Sutradara Andika Bayu | Asisten sutradara: Ganes Pamuragil
Operator kamera: Moh Basirudin | Aktor utama: Ganes Pamuragil
Master: Sharif Ramadan | Best Boy: Rizki Ardiancia
Teknisi pencahayaan: Ritsky Senja Ramadan | Hubungan masyarakat: Mas Dimas Klirit
Editor offline: Fauzan Nurzaman | Kolorist: Fauzan Nurzaman
Editor online dan retouch tambahan Fauzan Nurzaman
Tim seni: Haidar Fairouz
MUA dan penata gaya: Charles Sebastian | Asisten MUA: Raden Herli
Penata gaya mode: Elko Frebliaman | Asisten penata gaya: Rani Novani
Lirik dan terjemahan
Asli
Oh, tertawa bercerita tanpa jeda.
Menari-nari tak peduli hari.
Seakan kita sudah kenal lama.
Di sudut -ku melihatmu indah.
-Ku juga rasakan yang sama.
-Menunggu. -Kutunggu.
Kita saling menyapa. Hai!
Bolehkah ku tahu namamu? Asal usul indah matamu.
Surga kah alamat rumahmu?
Ku ingin kamu.
Oh, tertawa bercerita tanpa jeda.
Menari-nari tak peduli hari.
Seakan kita sudah kenal lama.
Seakan mentari tak terbit lagi.
Huuu, huuu, huuu.
Kisahmu menjadi canduku.
Ku juga alami yang sama.
-Ku mau. -Ku mau.
Jadi cerita kesukaanmu.
Bolehkah kupinjam ponselmu untuk kirim pesan padaku?
Karena ku tahu kau kan rindu, rindu padaku.
Oh, tertawa bercerita tanpa jeda.
Menari-nari tak peduli hari.
Seakan kita sudah kenal lama.
Seakan mentari tak terbit lagi.
Huuu, huuu, huuu.
Ku tak ingin berakhir karena ku mulai naksir.
Jadilah yang terakhir, ku yakin ini takdir.
Ku tak ingin berakhir karena ku mulai naksir.
Jadilah yang terakhir, ku yakin ini takdir.
Ku tak ingin berakhir karena ku mulai naksir.
Jadilah yang terakhir, ku yakin ini takdir.