Lagu lain dari Yasir Miy
Deskripsi
Kadang-kadang cinta itu kayak api yang kamu padamkan dengan bensin - dengan keras kepala, dengan keyakinan bahwa semuanya masih bisa diselamatkan. Tapi kemudian yang tersisa hanyalah dinding-dinding yang bergema dengan hal-hal yang tak terucapkan. Di tempat yang dulu adalah “kita”, sekarang hanya ada kelelahan dan kebiasaan berpegang pada puing-puing.
Namun, ada sesuatu yang aneh dan indah dalam rasa sakit ini - seperti wajah, di mana setiap kerutan menyimpan bukti bahwa kita tidak berhenti merasakan. Kita hanya belajar untuk hidup dalam dingin, tanpa menunggu kehangatan.
Lirik dan terjemahan
Asli
Ben o duvarları kırmak istedim.
Sana benzedim, sen görmedin.
O yalanları tanımak istedim.
Tutunduğum dalı sen besledin.
Yaranın yerini ben mi aldım?
Yalanın sebebi sende kaldı. Yatağım üşüdü sensiz kaldım.
Teslim ol beni benden aldın. Son kalan canımı sen mi aldın?
Kurunun yanında ben niye yandım? Yüzümü bilirsin çok kırışık aldı.
Teslim ol seni benden aldın. Yaranın yerini ben mi aldım?
Yalanın sebebi sende kaldı. Yatağım üşüdü sensiz kaldım.
Teslim ol beni benden aldın.
Son kalan canımı sen mi aldın? Kurunun yanında ben niye yandım?
Yüzümü bilirsin çok kırışık aldı.
Teslim ol seni, benden aldın, benden aldın. Teslim ol seni benden aldın, benden aldın, benden aldın.
Teslim ol seni benden aldın.
Ben o duvarları kırmak istedim.
Sana benzedim, sen görmedin.
O yalanları tanımak istedim.
Tutunduğum dalı sen besledin.
Yaranın yerini ben mi aldım?
Yalanın sebebi sende kaldı. Yatağım üşüdü sensiz kaldım.
Teslim ol beni benden aldın. Son kalan canımı sen mi aldın?
Kurunun yanında ben niye yandım? Yüzümü bilirsin çok kırışık aldı.
Teslim ol seni benden aldın. Yaranın yerini ben mi aldım?
Yalanın sebebi sende kaldı. Yatağım üşüdü sensiz kaldım.
Teslim ol beni benden aldın.
Son kalan canımı sen mi aldın? Kurunun yanında ben niye yandım?
Yüzümü bilirsin çok kırışık aldı.
Teslim ol seni benden aldın, benden aldın, benden aldın.
Teslim ol seni benden aldın.
Terjemahan bahasa Indonesia
Saya ingin mendobrak tembok itu.
Aku mirip denganmu, kamu tidak melihatnya.
Saya ingin mengenali kebohongan itu.
Anda memelihara cabang yang saya pegang.
Apa aku sudah mengganti lukanya?
Alasan kebohongan itu tetap ada pada Anda. Tempat tidurku dingin, aku ditinggalkan tanpamu.
Menyerah, kamu mengambilku dariku. Apakah kamu mengambil sisa hidupku yang terakhir?
Mengapa saya terbakar di sebelah nilai tukar? Kau tahu, wajahku banyak keriput.
Menyerahlah, kamu diambil dariku. Apa aku sudah mengganti lukanya?
Alasan kebohongan itu tetap ada pada Anda. Tempat tidurku dingin, aku ditinggalkan tanpamu.
Menyerah, kamu mengambilku dariku.
Apakah kamu mengambil sisa hidupku yang terakhir? Mengapa saya terbakar di sebelah nilai tukar?
Kau tahu, wajahku banyak keriput.
Serahkan kamu, kamu mengambilnya dariku, kamu mengambilnya dariku. Menyerahlah, kamu mengambilmu dariku, kamu mengambilmu dariku, kamu mengambilmu dariku.
Menyerahlah, kamu diambil dariku.
Saya ingin mendobrak tembok itu.
Aku mirip denganmu, kamu tidak melihatnya.
Saya ingin mengenali kebohongan itu.
Anda memelihara cabang yang saya pegang.
Apa aku sudah mengganti lukanya?
Alasan kebohongan itu tetap ada pada Anda. Tempat tidurku dingin, aku ditinggalkan tanpamu.
Menyerah, kamu mengambilku dariku. Apakah kamu mengambil sisa hidupku yang terakhir?
Mengapa saya terbakar di sebelah nilai tukar? Kau tahu, wajahku banyak keriput.
Menyerahlah, kamu diambil dariku. Apa aku sudah mengganti lukanya?
Alasan kebohongan itu tetap ada pada Anda. Tempat tidurku dingin, aku ditinggalkan tanpamu.
Menyerah, kamu mengambilku dariku.
Apakah kamu mengambil sisa hidupku yang terakhir? Mengapa saya terbakar di sebelah nilai tukar?
Kau tahu, wajahku banyak keriput.
Menyerahlah, kamu mengambilmu dariku, kamu mengambilmu dariku, kamu mengambilmu dariku.
Menyerahlah, kamu diambil dariku.