Lagu lain dari Virgoun
Deskripsi
Terkadang hidup menghadirkan persimpangan tak terduga - seolah-olah hanya melewati tempat lama, tapi ternyata masa lalu sedang duduk di bangku itu. Dengan tangan orang lain, dengan tawa baru, dengan mata anak-anak yang mirip denganmu - hanya saja sekarang tidak lagi tertuju padamu. Dan di dalam seolah berbunyi "klik" - tidak sakit, hanya diam-diam mencatat fakta: semuanya terjadi seperti seharusnya. Dalam melodi itu tidak ada tragedi, hanya penerimaan yang tenang. Momen ketika kamu berhenti berdebat dengan takdir dan untuk pertama kalinya berterima kasih atas belokan-belokan yang dulu tampak seperti kerugian. Lagipula, tidak setiap "selamat tinggal" berarti kehilangan. Terkadang itu hanya "terima kasih" yang berbeda. Komposer: Virgun Tegu Putra Produser: Maureen Chandra Penata Musik: Tito P. Soenardi Mixing: Tito P. Soenardi Mastering: Stefan Santoso Resonator Guitar oleh: Kelana Halim Bass oleh: Soebroto Harry Diterbitkan oleh: Digital Rumah Publishindo Produser Eksekutif: Maureen Chandra Manajer Proyek: Freddy Yunus dan Marischka Vandita Produser dan Sutradara: Katinka Pulungan Kameramen: Rahmat Hasibuan Pemain: Devina Auril sebagai Clara Wafda sebagai Ramli Ibrahim Risyad sebagai Shakti Penampilan Khusus: Virgun dan Odi
Lirik dan terjemahan
Asli
Di tempat ini, di tempat pertama aku menemukanmu.
Kembali ku datangi tempat ini tapi ku dengan yang lain.
Samar ku dengar suara yang selalu kukenal, itu suaramu.
Kau terlihat bahagia bersamanya, dia kekasihmu yang baru.
Aku pun terdiam saat gadis kecil berlari ke arahmu.
Gadis kecil yang miliki mata indah persis seperti matamu.
-Dan kau pun tersenyum. -Aku pun tersenyum.
Dan ku genggam tangan wanita di sampingku.
Dan kau genggam tangannya. Dan kau genggam tangannya.
Dan berkata liri di dalam hati tentang semua ini.
Andai dulu kau tak pergi dari hidupku, takkan mungkin kutemui cinta yang kini kumiliki.
Cinta yang menerima kekurangan, dan merubah caraku memandang dunia.
Andai dulu kupaksakan trus bersamamu, belum tentu kisah kita berdua berakhir bahagia.
Kisah yang mendewasakan kita berdua meski lewat luka.
Satu hal yang kini aku mengerti.
Meski berat bibir ini mengucap.
Akan selalu ada kata selamat dalam setiap kata selamat tinggal.
Ooh
Ooh
Andai -dulu kau tak pergi dari hidupku. -Tak pergi dari hidupku.
Takkan mungkin kutemui cinta yang kini kumiliki.
Kumiliki.
-Cinta yang menerima kekurangan. -Dan merubah caraku.
Dan merubah caraku memandang dunia.
-Andai dulu kupaksakan trus bersamamu. -Trus bersamamu.
Belum tentu kisah kita berdua berakhir bahagia.
Kisah yang mendewasakan kita berdua meski lewat luka.
Meski lewat luka.
Meski lewat luka. Satu hal yang kini aku mengerti.
Meski berat bibir ini mengucap.
Akan selalu ada kata selamat dalam setiap kata selamat -tinggal. -Selamat tinggal.
Selamat tinggal.
Samar ku dengar.
Di tempat ini.
-Suara yang selalu kukenal.
-Di tempat pertama aku menemukanmu.