Lagu lain dari For Revenge
Deskripsi
Keheningan di rumah ini terdengar lebih keras daripada kata-kata apa pun - seolah-olah bahkan dinding pun lelah berpura-pura semuanya baik-baik saja. Udara terasa tebal, sedikit berdering, seolah-olah seseorang yang sudah lama tiada akan segera jatuh darinya, tetapi masih menari di suatu tempat antara mimpi dan kenangan. Tarian ini tidak mudah - satu langkah maju, dua langkah mundur, mengikuti irama kejernihan yang mematikan. Sepertinya akal sehat sudah lama pergi diam-diam dari sini, meninggalkan catatan: "Kalian akan mengurusnya tanpa saya." Dan memang, semua orang sudah mengerti - siapa yang menyiksa siapa, siapa yang menyelamatkan siapa, siapa yang hanya berpura-pura hidup. Dan semua ini - diiringi musik yang tak bisa dihindari. Karena terkadang bahkan kegilaan diri sendiri adalah satu-satunya teman bicara yang tidak pergi. Produser Eksekutif: Muhammad Sufan A&R: Keke Kananta Penampilan: Revenge Produser: Revenge Penulis: Mok Bonieks Nurvega, Arif Ismail Aransemen String: Ivan Popo Looper/Synthesizer: Faisal Riant Saputra Mixing & Mastering: Dimas Pradipta (Sum It! Studio) Pemimpin vokal: Kamga Rekaman vokal: Yusup Albantani
Lirik dan terjemahan
Asli
Selamat datang di penyangkalan
Sesunyi rumah yang kuhuni
Sebising derau di ujung hari (di ujung hari)
Seperih luka yang abadi
Sebisanya 'kan kunikmati (kunikmati)
Selamat datang di penyangkalan
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan meracuni kewarasan yang mati
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan menghantui kenyataan yang sepi
Bertukar peran menyakiti
Seakan ku tak bisa mati (bisa mati)
Berpura-pura pulih sendiri
Nyatanya ku telah mati berkali-kali
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan meracuni kewarasan yang mati
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan menghantui kenyataan yang sepi
Selamat datang di penyangkalan
Selamat datang di penyangkalan
Selamat datang di penyangkalan
Bertukar peran saling menghantam
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan meracuni kewarasan yang mati
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan menghantui kenyataan yang sepi