Lagu lain dari The Lantis
Deskripsi
Terkadang waktu berlalu begitu tenang sehingga tidak langsung menyadari bagaimana sesuatu retak di dalamnya. Dan baru kemudian, di tengah bau debu dan angin, tiba-tiba teringat suara asing - suara yang dulu terdengar terlalu keras, dan sekarang hanya berdesir sebagai gema di kepala. Semuanya tampak sama: langit, jalan, sudut-sudut ruangan yang familiar... tapi udaranya berbeda, padat, dengan rasa penyesalan. Lagu ini seperti surat yang dikirim terlalu terlambat. Ada banyak kebanggaan di dalamnya, yang meleleh di lidah, dan sedikit kelembutan yang terlambat. Seolah seseorang mencoba memberikan buket pengampunan, yang sudah sedikit layu, tapi masih hangat. Dan meskipun jelas bahwa masa lalu tidak akan kembali, hati tetap keras kepala menunggu - siapa tahu angin akan membawanya kembali.
Lirik dan terjemahan
Asli
Hai, masihkah
Luka itu ada di sana?
Yang kutinggalkan
Saat kita masih bersama
Kini waktu terasa berbeda
Tanpa hadirmu
Keras hati yang dulu bicara
Berujung pilu
Andai angin mengulang sebuah masa yang telah usang
'Kan kutelan isi bumi hanya untukmu
Terima bunga maafku, layu termakan egoku
Meski ku tahu tak bisa
Oh, mungkinkah
Ada rindu di balik benci itu?
Yang perlahan menghilang
Saat nyamanku tak lagi kau butuh
Kini waktu terasa berbeda
Tanpa hadirmu
Keras hati yang dulu bicara
Berujung pilu
Andai angin mengulang sebuah masa yang telah usang
'Kan kutelan isi bumi hanya untukmu
Terima bunga maafku, layu termakan egoku
Meski ku tahu tak bisa
Andai angin mengulang semua masa yang telah hilang
'Kan kutelan isi bumi hanya untukmu
Terima bunga maafku, layu termakan egoku
Meski ku tahu (meski ku tahu)
Meski ku tahu ku tak akan bisa