Lagu lain dari Nadin Amizah
Deskripsi
Langit dan laut berbicara dengan cara mereka sendiri - tanpa kata, tanpa suara. Hanya sedikit getaran, seolah dua teman lama kembali menemukan kesamaan. Di suatu tempat di antara garis cakrawala mereka, awan lahir, lalu hujan turun - lembut, bukan untuk membasahi, tapi untuk mengingatkan: semua yang hidup saling mendekat. Dalam lagu ini seolah ada seseorang yang merindukan seseorang - dengan ragu, dengan jeda, dengan "bolehkah saya bicara?" sebelum dunia sedikit bergetar karena kelembutan. Ada kehangatan yang jernih di dalamnya, seperti setelah pertengkaran panjang, ketika kata-kata tidak lagi penting - hanya tatapan dan keheningan. Sederhana saja: dua orang, sedikit udara di antara mereka, dan perasaan yang tidak meminta nama. Cukup makan, dan dari itu, di dalam menjadi lebih cerah, seperti setelah hujan pertama di musim.
Lirik dan terjemahan
Asli
Langit dan laut saling membantu.
Mencipta awan hujan pun turun.
Ketika dunia saling membantu.
Lihat cinta mana yang tak jadi satu.
Kau memang manusia sedikit kata.
Bolehkah aku yang berbicara?
Kau memang manusia tak kasat rasa.
Biar aku yang mengemban cinta.
Awan dan alas saling bersentuh.
Mencipta hangat kau pun tersenyum.
Ketika itu kulihat jadul.
Lihat hati mana yang tak akan jatuh.
Kau memang manusia sedikit kata.
Bolehkah aku yang berbicara?
Kau memang manusia tak kasat rasa.
Biar aku yang mengemban cinta.
Kau dan aku saling membantu.
Membasuh hati yang pernah pilu.
Mungkin akhirnya tak jadi satu.
Namun bersorai pernah bertemu. Huuuu. . .
Huuuu. . . Huuuu. . . Huuuu. . .
Ooo. . .
Ooo. . .
Ooo. . .
Ooo. . .