Deskripsi
Senyum yang membuat gravitasi hilang. Semuanya dimulai dengan satu tatapan - tatapan yang sama yang membuat udara pun terasa canggung. Dia berpura-pura tidak peduli, tapi jari-jarinya sudah membocorkan kegugupannya. Dia sepertinya sedang bercanda, tapi matanya tertawa dengan serius. Di antara mereka ada permainan "siapa yang berkedip duluan", dengan aturan sederhana: semakin kamu berpura-pura tidak tertarik, semakin besar keinginan untuk melanjutkan. Dalam ritme rayuan dan kemudahan ini, semuanya jujur: sedikit keberanian, sedikit genit, dan banyak listrik di antara baris. Ini bukan tentang "cinta pada pandangan pertama" - lebih tentang momen ketika hati memberi tahu: sudah, terlambat, sudah suka.
Lirik dan terjemahan
Asli
Pandang pertama lia Nona langsung suka
Nona salting, stecu abis, buang muka
Sa mabuk, ko pu senyum tiap hari sampe fly
Datang dalam mimpi, inga Nona manis lai
Nona stecu, stelan cuek, aduhai
Kalo Nona suka, jang buang muka
Jang stelan cuek, nanti malu di Nona
Kan bilang saja, jang pura-pura
Abang su tarima asal Ade Nona bicara
Stecu, stecu, stelan cuek baru malu
Aduh, Ade ini mau juga Abang yang rayu
Kalo Nona suka, jang buang muka
Jang stelan cuek, nanti malu di Nona
Kan bilang saja, jang pura-pura
Abang su tarima asal Ade Nona bicara
Stecu, stecu, stelan cuek baru malu
Aduh, Ade ini mau juga Abang yang rayu
Stecu, stecu, stelan cuek baru malu
Aduh, Ade ini mau juga Abang yang maju
Pandang pertama lia Nona langsung suka
Nona salting, stecu abis, buang muka
Sa mabuk, ko pu senyum tiap hari sampe fly
Datang dalam mimpi, inga Nona manis lai
Nona stecu, stelan cuek, aduhai
Aduh, Abang, bukan maksudku begitu
Masalah stecu bukan brarti tak mau
Jual mahal dikit kan bisa
Coba kase effort-nya saja
Kalo memang cocok bisa datang ke rumah (sikat!)
Stecu, stecu, stelan cuek baru malu
Aduh, Ade ini mau juga Abang yang rayu
Stecu, stecu, stelan cuek baru malu
Aduh, Ade ini mau juga Abang yang maju