Deskripsi
Malam di mana kegelapan tidak menakutkan, melainkan nyaman - seperti selimut dengan aroma hujan dan lentera. Semuanya sunyi, bahkan bintang-bintang dengan malas menguap entah di mana di atas, meninggalkan langit hampir kosong. Dan hanya di dalam, semuanya sedikit bergetar - seolah mata takut bertemu dengan seseorang yang terlalu terang. Perasaan yang lucu: seolah-olah tidak ada apa-apa yang terjadi, tapi jantung tetap berperilaku seperti anak sekolah yang kencan pertama - malu, bersembunyi, dan terus menunggu sampai pagi tiba untuk berpura-pura tidak ada apa-apa. Lagu itu hangat, bening, seperti udara sebelum fajar. Di dalamnya tidak dicari jawaban - hanya didengarkan bagaimana malam itu sendiri berubah menjadi penantian. Komposer: Mohammad Istiqomah
Lirik dan terjemahan
Asli
Tak terasa gelap pun jatuh.
Di ujung malam menuju pagi yang dingin.
Hanya ada sedikit bintang malam ini.
Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya.
Lalu mataku merasa malu.
Semakin dalam ia malu kali ini.
Kadang juga ia takut.
Tatkala harus berpapasan di tengah pelariannya di malam hari menuju pagi.
Sedikit cemas banyak rindunya.
Hu-huu, hu-huu, hu-huu.
Lalu mataku merasa malu.
Semakin dalam ia malu kali ini.
Kadang juga ia takut.
Tatkala harus berpapasan di tengah pelariannya di malam hari menuju pagi.
Sedikit cemas banyak rindunya.
Hu-huu, hu-huu, hu-huu.
Di malam hari menuju pagi.
Sedikit cemas banyak rindunya.
Hu-huu, hu-huu, hu-huu.
Now it's time to sleep.