Deskripsi
Ada kenangan yang tidak pudar - hanya menjadi lebih tenang. Kenangan itu bersembunyi di suatu tempat antara hati dan napas, muncul sebagai rasa sakit ringan setiap kali keadaan di luar jendela terlalu tenang. Cinta sepertinya telah pergi, tetapi meninggalkan bekas - bekas yang tidak dapat dihapus oleh waktu atau wajah-wajah baru.
Dan meskipun akal sehat telah lama menyerah, dan hidup telah belajar untuk terus berjalan, di suatu tempat yang dalam, nama yang sama masih terdengar. Tanpa pretensi, tanpa harapan - hanya sebagai pengingat bahwa semua itu pernah benar-benar ada.
Lirik dan terjemahan
Asli
Jauh di lubuk hatiku, masih terukir namamu.
Jauh di dasar jiwaku, engkau masih kekasihku.
Huuu.
Tak bisa kutahan laju angin.
Untuk semua kenangan yang berlalu.
Hembuskan sepi, merobek hati.
Meski raga ini tak lagi milikmu.
Namun di dalam hatiku sungguh engkau hidup.
Entah sampai kapan, kutahankan rasa cinta ini.
Jauh di lubuk hatiku, masih terukir namamu.
Jauh di dasar jiwaku, engkau masih kekasihku.
Dan ku berharap semua ini, bukanlah kekeliruan seperti yang kukira.
Seumur hidupku, akan menjadi doa untukmu.
-Jauh di lubuk hatiku. -Jauh di lubuk hatiku.
-Masih terukir namamu. -Masih terukir namamu.
Jauh di dasar jiwaku.
Engkau masih kekasihku.
Masih kekasihku.
Andai saja waktu bisa terulang kembali.
Akan kuserahkan hidupku di sisimu.
Namun ku tahu itu takkan mungkin terjadi.
Rasa ini menyiksaku, sungguh-sungguh menyiksaku.
Jauh -di lubuk hatiku. -Jauh di lubuk hatiku.
-Masih terukir namamu. -Masih terukir namamu.
-Jauh di dasar jiwaku. -Jauh di dasar jiwaku.
Engkau masih kekasihku.
-Masih kekasihku. -Kau masih kekasihku.
Kau masih kekasihku.
Kau masih kekasihku.
-Kau masih kekasihku. -Kau masih kekasihku.
Kau -masih kekasihku. -Kau masih kekasihku.
Jauh di lubuk hatiku.