Deskripsi
Terkadang kenangan terdengar lebih nyaring daripada lagu apa pun - terutama kenangan ketika seseorang pernah memegang tangan Anda dan berjanji bahwa semuanya akan selalu ada. Dalam melodi itu hidup “selamanya” yang ternyata lebih singkat dari yang diharapkan. Semuanya sepertinya sudah berdamai: air mata sudah tumpah, keputusan sudah diambil... tetapi hati tetap membiarkan pintu terbuka sedikit, untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba ada yang mengetuk.
Musik - seperti malam sebelum hujan: udara terasa pekat, hati terasa hampa, dan bahkan langit seolah tahu bahwa ini bukanlah akhir, melainkan jeda. Di suatu tempat di titik waktu yang lain, keduanya mungkin akan bertemu lagi. Mungkin tanpa rasa sakit yang sama seperti sebelumnya - hanya dengan getaran ringan di suara dan senyuman yang mengingat bagaimana rasanya - mencintai dan tidak melepaskan.
Penulis: Mario J. Claud
Produser: Tokhpaty
Sutradara: Priyala
Produser: Chichi Apriliya
Direktur Fotografi: Jebran Pangsakhi
Master: Ahmad Maulana (Kemed)
Direktur Seni: Uma Linkey
Manajer Lokasi: Dhea Devanira dan Hafiz Muhammadi
Penata Rias: Vina Vanya
Penata Rambut: Ruri Padwa
Penata Busana: Fandi Nasution
Editor dan Penata Warna: Kaurnia Pratama
Fotografi BTS: Dafta Amrullah
Perekaman Video BTS: Willianto
Lirik dan terjemahan
Asli
Berdiri
Ku memutar waktu
Teringat
Kamu yang dulu
Ada di sampingku setiap hari
Jadi sandaran ternyaman
Saat ku lemah, saat ku lelah
Ho-oh-oh
Tersadar
Ku tinggal sendiri
Merenungi
Semua yang tak mungkin
Bisa kuputarkan kembali seperti dulu
Ku bahagia, tapi semuanya hilang tanpa sebab
Kau hentikan semuanya
Ho-oh-oh
Terluka dan menangis, tapi kuterima
Semua keputusan yang telah kau buat
Satu yang harus kau tahu
Ku menanti kau 'tuk kembali
Jujur, ku tak ingin engkau pergi
Tinggalkan semua, usai di sini
Tak tertahan air mata ini
Mengingat semua yang telah terjadi
Ku tahu kau pun sama seperti aku
Tak ingin cinta usai di sini
Tapi mungkin inilah jalannya
Harus berpisah, ho-oh
Terluka dan menangis, tapi kuterima
Semua keputusan yang telah kau buat
Satu yang harus kau tahu
Ku menanti kau 'tuk kembali
(Jujur, ku tak ingin engkau pergi) ho-oh
(Tinggalkan semua, usai di sini) uh-oh
Tinggalkan semua di sini (tak tertahan air mata ini)
(Mengingat semua yang telah terjadi)
Ku tahu kau pun sama seperti aku (sama seperti aku)
Tak ingin cinta usai di sini
Tapi mungkin inilah jalannya
Harus berpisah, ho-oh
Berharap suatu saat nanti
Kau dan aku 'kan bertemu lagi
Seperti yang kau ucapkan
Sebelum kau tinggalkan aku