Lagu lain dari Enlly Blue
Deskripsi
Terkadang hidup seperti panggung setelah badai: basah, bergemuruh, penuh genangan air, tetapi tetap harus menari. Biarkan sol sepatu rusak, gaun berlumuran debu, dan rambut berbau hujan - ritme tetap hidup di dalam diri. Ritme itu tidak bisa dihilangkan atau dihancurkan, bahkan jika harus menari untuk setiap sen dan menari selaras dengan rasa sakit.
Setiap pukulan adalah “hidup” yang serak, setiap langkah adalah “tidak menyerah”. Ini bukan keanggunan, melainkan kegigihan, bukan pertunjukan, melainkan kebiasaan untuk bangkit, bahkan jika segala sesuatu di sekitar runtuh. Dan jika takdir mencoba memaksa untuk melambat, selalu bisa saja memperkeras suara - dan mengubah kejatuhan menjadi dentuman drum.
Lirik dan terjemahan
Asli
I walked through fire, slept in the rain, carried my name like a ball and chain.
They said, "Girl, you're bound to break," but I got a rhythm they couldn't shake.
I've been bruised, I've been burned, had to dance for every dime I earned.
But when the world says sit back down, I turn my stomp into a sound.
Now I keep on boogieing with my fists held high, thunder in my chest, steel in my stride.
Ain't no shame in where I've been.
I got a backbeat under my skin.
Keep on boogieing, louder than before, feet like hammers on the floor.
You want stillness, not this soul. I'm the storm you can't control.
Raised on struggle, fed on blues, turned my pain into worn-out shoes.
I don't glide, I drive through dust. Every step I take, I erase some rust.
No gold crown, no safety net, but every beat I drop, you won't forget.
This groove ain't cute, it's earned and torn by a woman who's danced through every storm.
I keep on boogieing, battle born and bold, drums of thunder, heart of gold.
My scars all sing, my bones all shout. I boogie what the pain can't drown out.
Keep on boogieing, now and always.
This soul don't die, it just replays.
Keep. . .
Ain't no silence in my soul.
I keep on boogieing and I take control.
Terjemahan bahasa Indonesia
Aku berjalan melewati api, tidur di tengah hujan, membawa namaku seperti bola dan rantai.
Mereka berkata, "Nak, kamu pasti akan hancur," tapi saya mendapatkan ritme yang tidak dapat mereka goyangkan.
Aku terluka, aku terbakar, aku harus menari demi setiap sen yang kudapat.
Namun saat dunia menyuruh duduk kembali, aku mengubah hentakan kakiku menjadi sebuah suara.
Sekarang aku terus melakukan boogie dengan tinjuku terangkat tinggi, guntur di dadaku, langkahku yang baja.
Tidak ada rasa malu di tempat yang pernah saya kunjungi.
Aku mendapat pukulan balik di bawah kulitku.
Teruslah melakukan boogie, lebih keras dari sebelumnya, kaki seperti palu di lantai.
Anda menginginkan keheningan, bukan jiwa ini. Akulah badai yang tidak bisa kamu kendalikan.
Dibesarkan dalam perjuangan, diberi makan kesedihan, mengubah rasa sakitku menjadi sepatu usang.
Saya tidak meluncur, saya melewati debu. Setiap langkah yang saya ambil, saya menghapus beberapa karat.
Tidak ada mahkota emas, tidak ada jaring pengaman, tetapi setiap pukulan yang saya jatuhkan, Anda tidak akan lupa.
Alur ini tidak lucu, itu diperoleh dan dirobek oleh seorang wanita yang menari melewati setiap badai.
Saya terus melakukan boogie, lahir dalam pertempuran dan berani, genderang guntur, hati emas.
Bekas lukaku bernyanyi, tulangku berteriak. Aku boogie apa rasa sakitnya tidak bisa diredakan.
Teruslah melakukan boogie, sekarang dan selamanya.
Jiwa ini tidak mati, ia hanya berputar ulang.
Menyimpan. . .
Tidak ada keheningan dalam jiwaku.
Saya terus melakukan boogie dan mengambil kendali.