Lagu lain dari Carlos Sadness
Deskripsi
Pasir hangat di bawah kaki, koktail di tangan, senyum sempurna yang kecokelatan - dan tiba-tiba ada angin sepoi-sepoi di dalam, yang tidak bisa disembunyikan di bawah filter apa pun. Semuanya terlihat indah, tapi tidak hidup. Seperti foto dari liburan, di mana wajah bersinar, tapi mata berkata: "Ingin pulang." Di sini terdengar "adios" yang sama itu, bukan untuk orang asing, melainkan untuk versi diri yang dibuat-buat - sempurna, benar, membosankan. Lagu itu seolah-olah menghapus riasan dari jiwa: menghapus bronzer dari ilusi, membuang skenario "kehidupan sempurna" dan menyisakan kebenaran telanjang - dengan bekas luka, tawa, dan impian untuk merasakan matahari lagi, bukan di kulit, tapi di bawah tulang rusuk.
Lirik dan terjemahan
Asli
Eh, yo también he vivido como un rey en una casa de colores beige.
Era como vivir de vacaciones, perdí la cuenta de tantos amores, pero, eh, nadie sabía que a mi corazón ya no llegaba ni un rayo de sol y se encogía al llegar la noche cuando el silencio gritaba tu nombre.
Si pudiéramos volver a aquel momento cuando todo era más simple y verdadero.
Adiós a la vida perfecta, adiós a la ciencia ficción.
Voy a alinear los planetas hasta que me vuelva a tocar el sol.
Adiós a la vida perfecta, adiós a la falsa ilusión.
No me lo tengas en cuenta, tan solo quiero volver a ser yo.
Vive en un verano eterno, pero hay frío en su interior.
Bronceada hasta en invierno, solo la conoce el sol.
Dice que se siente sola, aunque le siguen un millón.
Todos se han creído el cuento, menos tú y menos yo.
Si pudiéramos volver a aquel momento cuando todo era más simple y verdadero.
Adiós a la vida perfecta, adiós a la ciencia ficción.
Voy a alinear los planetas hasta que me vuelva a tocar el sol.
Adiós a la vida perfecta, adiós a la falsa ilusión.
No me lo tengas en cuenta, tan solo quiero volver a ser yo.
Volver a ser yo, volver a ser yo, volver a ser yo.
¡Uh!
A la vida perfecta, a la ciencia ficción, a la falsa existencia de lo que nunca fui yo.
¡Eh!
Terjemahan bahasa Indonesia
Hei, aku juga pernah hidup seperti raja di rumah berwarna krem.
Rasanya seperti hidup dalam liburan, aku tak bisa menghitung begitu banyak cinta, tapi, hei, tak seorang pun tahu bahwa secercah sinar matahari pun tak mencapai hatiku dan menyusut ketika malam tiba ketika kesunyian meneriakkan namamu.
Jika kita bisa kembali ke masa ketika segalanya lebih sederhana dan benar.
Selamat tinggal pada kehidupan yang sempurna, selamat tinggal pada fiksi ilmiah.
Saya akan menyelaraskan planet-planet sampai matahari menyentuh saya lagi.
Selamat tinggal pada kehidupan yang sempurna, selamat tinggal pada ilusi palsu.
Jangan memperhitungkannya, aku hanya ingin menjadi diriku lagi.
Dia hidup di musim panas yang abadi, tetapi di dalam hatinya dingin.
Kecokelatan bahkan di musim dingin, hanya matahari yang mengenalnya.
Dia bilang dia merasa sendirian, meski jutaan orang mengikutinya.
Semua orang percaya cerita itu, kecuali Anda dan saya.
Jika kita bisa kembali ke masa ketika segalanya lebih sederhana dan benar.
Selamat tinggal pada kehidupan yang sempurna, selamat tinggal pada fiksi ilmiah.
Saya akan menyelaraskan planet-planet sampai matahari menyentuh saya lagi.
Selamat tinggal pada kehidupan yang sempurna, selamat tinggal pada ilusi palsu.
Jangan memperhitungkannya, aku hanya ingin menjadi diriku lagi.
Jadilah aku lagi, jadilah aku lagi, jadilah aku lagi.
Oooh!
Menuju kehidupan yang sempurna, menuju fiksi ilmiah, menuju keberadaan palsu yang tidak pernah menjadi diriku.
Hai!