Deskripsi
Produser: Carlos Hernández Nombola Produser: Alejandro Leyva Sevilla
Lirik dan terjemahan
Asli
Eres bandera blanca en una ciudad dormida que persigue su final.
Yo solo ese fantasma con el rostro desgastado queriendo volver atrás.
Y en mi calle ya no hay flores, solo coches que las marchitan.
Solo quiero quedarme en tu adentro y descansar atravesado por tu espada.
Cuando se oyen tormentas lejanas, huyo detrás de ti.
Dejo atrás mi aliento y las llaves de casa, huyo detrás de ti.
Eres un tiempo no vivido, un lugar donde no he estado y al que quiero regresar.
Cuando la duda es una trampa escondida en el camino hacia una vida normal.
Y en mi calle ya no hay flores, solo coches que las marchitan.
Solo quiero quedarme en tu adentro y descansar atravesado por tu espada.
Cuando se oyen tormentas lejanas, huyo detrás de ti.
Dejo atrás mi aliento y las llaves de casa, huyo detrás de ti.
Cuando se oyen tormentas lejanas, huyo detrás de ti.
Dejo atrás mi aliento y las llaves de casa, huyo detrás de ti.
Cuando se oyen tormentas lejanas, huyo detrás de ti.
Dejo atrás mi aliento y las llaves de casa, huyo detrás de ti.
Terjemahan bahasa Indonesia
Anda adalah bendera putih di kota yang sedang tertidur dan sedang mengejar kehancurannya.
Aku hanya hantu dengan wajah lelah yang ingin kembali.
Dan tidak ada bunga di jalanku, hanya mobil yang layu.
Aku hanya ingin tinggal di dalam dirimu dan beristirahat tertusuk pedangmu.
Saat badai di kejauhan terdengar, aku lari mengejarmu.
Aku meninggalkan nafasku dan kunci rumah, aku lari mengejarmu.
Anda adalah waktu yang belum pernah saya jalani, tempat yang belum pernah saya kunjungi dan ingin saya kembalikan.
Ketika keraguan adalah jebakan tersembunyi dalam perjalanan menuju kehidupan normal.
Dan tidak ada bunga di jalanku, hanya mobil yang layu.
Aku hanya ingin tinggal di dalam dirimu dan beristirahat tertusuk pedangmu.
Saat badai di kejauhan terdengar, aku lari mengejarmu.
Aku meninggalkan nafasku dan kunci rumah, aku lari mengejarmu.
Saat badai di kejauhan terdengar, aku lari mengejarmu.
Aku meninggalkan nafasku dan kunci rumah, aku lari mengejarmu.
Saat badai di kejauhan terdengar, aku lari mengejarmu.
Aku meninggalkan nafasku dan kunci rumah, aku lari mengejarmu.