Lagu lain dari Amir Jahari
Deskripsi
Hangat seperti foto lama, di mana matahari sudah terbenam, dan anak-anak masih berlarian di halaman - tanpa alas kaki, sambil menjerit, sampai dunia memanggil pulang. Musik itu seolah mengelus kepala dan berbisik: "hidup, jangan takut, menangis, tapi nanti tertawa lagi." Kata-kata sederhana, tapi di dalamnya ada alam semesta cinta yang tenang - tanpa basa-basi, tanpa gemerlap, hanya hembusan napas di samping. Ada sesuatu yang sakral-duniawi dalam baris-baris ini: pengakuan akan ketidakberdayaan dan kekuatan secara bersamaan. Bahwa melepaskan juga merupakan bentuk perhatian, dan membiarkan jatuh terkadang cara paling jujur untuk mengajari berdiri. Dan dalam kesedihan yang lembut ini - bukan perpisahan, melainkan berkah: mencari jalan sendiri, berpegang pada cahaya, bahkan saat gelap. Produser Musik: Taja Mustafa Komposer: Taja Lirik: Amir Jahari Produser: Kimmy Khir Cerita: Pertemuan dengan Paman Hussein dan Esham Sinematografer: Brian Ho Penata Artistik: Devan Nair Penata Properti: Jaginder Singh, Kisgen Rajs Pewarna: Hakeem Aziz Penata Gaya: Eita Tata Rias dan Rambut: Liana Di Asisten Tata Rias dan Rambut: Norezz Idris Sutradara/Editor: Esham Shalini
Lirik dan terjemahan
Asli
Di waktu senja kau sedang gembira.
Berlari dan berkejaran.
Akulah manusia paling bahagia di dunia.
Oooh.
Bila kau dewasa ingatlah ini untukmu.
Bersalah kau risaukan dunia.
Ini sememangnya satu ujian.
Tegaplah kau tersenyum.
Walau badai menjerat.
Teruslah mencari.
Makna hidup ini.
Maafkan aku di saat engkau tersungkur.
Kubiarkanmu engkau menangis.
Kerana bila aku sudah tiada kau harus kuat jalani.
Tegaplah kau tersenyum.
Walau badai menjerat.
Teruslah mencari.
Makna hidup ini.
Ooh.
Tegaplah kau tersenyum.
Walau badai menjerat.
Teruslah mencari.
Makna hidup ini.
Ooh.