Lagu lain dari DEABDIL
Deskripsi
Awalnya seperti untuk bersenang-senang - berpura-pura tidak peduli, ikut bermain dalam "ketidakpedulian dengan sedikit pesona". Tapi begitu ada yang tiba-tiba memeluk, sudah, jiwa langsung pingsan, lutut terasa seperti kapas, logika pergi berlibur. Ini seperti tidak sengaja menekan tombol "rumah sakit jiwa romantis" dan tidak bisa lagi menemukan "berhenti". Keajaiban yang begitu ringan, hampir konyol: ketika tiba-tiba ada yang memujimu, dan untuk pertama kalinya dalam hidupmu, kamu ingin percaya bahwa mungkin, kamu memang "lumayan". Lagu itu tersenyum, mengedipkan mata, dan berputar dalam "kejutan" yang sembrono ini - di mana semuanya tidak sesuai rencana, tetapi sesuai dengan hati. Penulis Skenario: DEABDIL, Mutia Zahra Feriani Komposer: Khalisha Isyana Penampil: DEABDIL Produser: Khalisha Isyana Gitar Hawaii, Gitar Akustik, dan Gitar Elektrik: Immanuel Novedo Gitar Bass: Raditya Samudra Cajon: Samuel Wilson Piano, Melodika, dan Instrumen Lain: Khalisha Isyana Vokal Latar: DEABDIL, Khalisha Isyana, Fahri Nugroho, Aditya Dwichandra "Kerumunan": Mutia Zahra Feriani, Paul Partohap, Raizel Zhalfa Khalisha, Desda Lia Erika, Morris Davista, Iqbal Prasetyo, Immanuel Novedo, Samuel Wilson, Adrian Syamsa Direkam dan Diedit oleh Fahri Nugroho. Direkam oleh Adrian Syamsi Mixing dan mastering oleh Ivan Gojaya di studio Roemah Iponk Fotografer dan videografer: Habibi Eka Perdhana Desain grafis: dilsain.grafis Penata rias: Alika Alamanda
Lirik dan terjemahan
Asli
Aku pura-pura cool.
Pas diam-diam kamu rangkul.
Deg-degannya mantap betul.
Saking lama sampai ke dengkul.
Alah alah, kok bisa ya.
Kamu diam-diam suka aku.
Adu duh duh duh, kok ada yang, puji aku selain ibuku.
Ternyata boleh juga ya aku.
Bukan sulap, bukan sihir.
Gak disangka aku ada yang naksir. Semar mesem jarang goyang. Eh!
Spontan kita saling sayang.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Di luar nalar, tanpa rencana.
Awalnya takut jatuh cinta, sekarang kecintaan tergila-gila.
Alah alah, bener gak ya? Kamu serius nih sama aku.
Adu duh duh duh, kok ada yang, mimpi ke pelaminan denganku.
Ternyata boleh juga ya aku.
Mantap.
Bukan sulap, bukan sihir.
Gak disangka aku ada yang naksir. Semar mesem jarang goyang. Eh!
Spontan kita saling sayang.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Di luar nalar, tanpa rencana.
Awalnya takut jatuh cinta, sekarang kecintaan tergila-gila.
Bukan sulap, bukan sihir.
Gak disangka aku ada yang naksir. Semar mesem jarang goyang. Eh!
Spontan kita saling sayang.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Di luar nalar, tanpa rencana.
Awalnya takut jatuh cinta, sekarang kecintaan tergila-gila.
Kamu awalnya receh.
Lama-lama bikin meleleh.
Sebelum liriknya makin aneh.
Tapi ya udah aku biarin deh.