Lagu lain dari Özgür Can Çoban
Deskripsi
Rasanya seperti seseorang dengan hati-hati mengeluarkan foto lama yang sedikit menguning dari ingatan dan meletakkannya di telapak tangan - hangat, berbau melati. Semuanya di sini tentang kerapuhan: tentang betapa mudahnya perasaan bisa retak jika disentuh dengan tangan yang salah. Melodinya mengalir lembut seperti sutra, dan suaranya seolah takut terlalu keras - agar tidak menumpahkan kelembutan. Cinta di sini bukan badai, melainkan hembusan napas di antara baris, bukan daya tarik, melainkan permohonan untuk tetap tinggal. Dan dalam permohonan ini ada begitu banyak keras kepala yang tenang sehingga bahkan hati pun berdebar: karena setiap orang punya seseorang yang dipikirkan - "jangan layu, jangan kamu". Aransemen: Özgür Can Çoban Lirik: Dursun Ali Akınet Musik: Kemal Alaçayır Mixing dan Mastering: Selim Topsakal Studio: CN Music - Hazel Music Aransemen String: Mert Kemancı String: Istanbul Strings Gitar: Selahattin Güzelgöz Bass Gitar: Burak Demir Perkusi: Gurur Nar Drum: İlke Kızmaz Keyboard: Taner Günüş Bağlama: Kutay Özcan Rekaman: Ünal Aşkın Sutradara: Özgür Can Çoban Editor: Çağrı Türkoğlu Warna: Sabri Hasdal Tata Panggung: CN Music Production – Kairos Events Asisten Artistik: Samet Yılmaz Koordinator Umum: Bahar Çoban Manajemen: Bahar Çoban - CN Music Production Produksi: CN Music Production Produser: Özgür Can Çoban
Lirik dan terjemahan
Asli
Nar çiçeğim solma sakın.
Üzülürüm dayanamam.
Sen ellerin olma sakın.
Üzülürüm dayanamam.
Sen ellerin olma sakın.
Üzülürüm dayanamam.
Üzülürüm dayanamam.
Baykuş semtine konmasın.
Gül tenine dokunmasın.
İsmin bensiz okunmasın.
Üzülürüm dayanamam.
Üzülürüm dayanamam.
Kadife tenli güzelim.
Dokunurken titrer elim.
Gitme gözleri sürmelim.
Üzülürüm dayanamam.
Gitme gözleri sürmelim.
Üzülürüm dayanamam.
Üzülürüm dayanamam.
Ne gün görmüş bir anın var.
Ne de bir acı yanın var.
Zaten kuş kadar canım var.
Üzülürüm dayanamam. Üzülürüm dayanamam.
Zaten kuş kadar canım var.
Üzülürüm dayanamam.
Üzülürüm dayanamam.
Terjemahan bahasa Indonesia
Bunga delimaku, jangan layu.
Maafkan aku, aku tidak tahan.
Jangan menjadi tanganmu.
Maafkan aku, aku tidak tahan.
Jangan menjadi tanganmu.
Maafkan aku, aku tidak tahan.
Maafkan aku, aku tidak tahan.
Jangan mendarat di distrik burung hantu.
Jangan biarkan mawar menyentuh kulitmu.
Jangan biarkan namamu terbaca tanpa aku.
Maafkan aku, aku tidak tahan.
Maafkan aku, aku tidak tahan.
Kecantikanku yang berkulit beludru.
Tanganku bergetar ketika aku menyentuhnya.
Jangan pergi, ayo aplikasikan pada mata.
Maafkan aku, aku tidak tahan.
Jangan pergi, ayo aplikasikan pada mata.
Maafkan aku, aku tidak tahan.
Maafkan aku, aku tidak tahan.
Betapa indahnya kenangan yang Anda miliki.
Betapa pahitnya sisi yang kamu punya.
Saya sudah memiliki kehidupan sebanyak burung.
Maafkan aku, aku tidak tahan. Maafkan aku, aku tidak tahan.
Saya sudah memiliki kehidupan sebanyak burung.
Maafkan aku, aku tidak tahan.
Maafkan aku, aku tidak tahan.