Deskripsi
Menyeimbangkan antara akal dan perasaan hampir seperti berjalan di atas tali di tengah teriknya bulan Juni, di mana angin berbau laut dan ketakutan akan terlihat konyol. Bahu bergetar, tapi bukan karena kedinginan: hanya terlalu keras terdengar apa yang biasanya tersembunyi di balik senyuman. Ada sesuatu dalam melodi ini yang mengingatkan pada malam ketika tidak ingin berpisah, dan semua orang mengulang "satu lagi dan pulang", meskipun mereka tahu bahwa mereka tidak ingin pulang. Suaranya bergetar, seolah takut pada dirinya sendiri, tetapi dalam getaran ini ada kegembiraan murni untuk hidup walau sesaat lebih lama dari yang ditentukan kalender. Musim panas kan tidak harus berakhir tepat sesuai jadwal. Terkadang, ia hanya tertinggal dalam diri seseorang sebagai getaran halus di bibir saat bernyanyi, dan kebahagiaan bodoh yang kamu sembunyikan agar tak ada yang tahu betapa baiknya perasaanmu.
Lirik dan terjemahan
Asli
In bilico tra santi e falsi dei, sorretto da un'insensata voglia di equilibrio e resto qui sul filo di un rasoio ad asciugar parole che oggi o stesso mai dirò.
Non senti che tremo mentre canto?
Nascondo questa stupida allegria quando mi guardi.
Non senti che tremo mentre canto?
È il segno di un'estate che vorrei potesse non finire mai.
In bilico tra tutti i miei vorrei, non sento più quell'insensata voglia di equilibrio che mi lascia qui sul filo di un rasoio a disegnar capriole che a mezz'aria mai farò.
Non senti che tremo mentre canto?
Nascondo questa stupida allegria quando mi guardi.
Non senti che tremo mentre canto?
È il segno di un'estate che vorrei potesse non finire mai.
In bilico tra santi che non pagano.
E tanto il tempo passa e passerai, come sai tu.
In bilico.
E intanto il tempo passa e tu non passi mai.
Nascondo questa stupida allegria quando mi guardi.
Non senti che tremo mentre canto?
È il segno di un'estate che vorrei potesse non finire, vorrei potesse non finire, vorrei potesse non finire mai.
Finire mai. Finire mai.
Terjemahan bahasa Indonesia
Berada di antara orang-orang suci dan dewa-dewa palsu, didukung oleh keinginan yang tidak masuk akal untuk keseimbangan dan saya tetap di sini di ujung pisau mengeringkan kata-kata yang hari ini atau di hari yang sama tidak akan pernah saya ucapkan.
Can't you hear me shaking while I sing?
Aku menyembunyikan kebahagiaan bodoh ini saat kamu melihatku.
Can't you hear me shaking while I sing?
Ini adalah tanda musim panas yang saya harap tidak akan pernah berakhir.
Berada di antara semua hasratku, aku tidak lagi merasakan hasrat tak masuk akal akan keseimbangan yang membuatku berada di ujung tanduk, melakukan jungkir balik yang tidak akan pernah kulakukan di udara.
Can't you hear me shaking while I sing?
Aku menyembunyikan kebahagiaan bodoh ini saat kamu melihatku.
Can't you hear me shaking while I sing?
Ini adalah tanda musim panas yang saya harap tidak akan pernah berakhir.
Poised between saints who don't pay.
And time passes and you will pass, as you know.
Dalam keseimbangan.
And meanwhile time passes and you never pass.
Aku menyembunyikan kebahagiaan bodoh ini saat kamu melihatku.
Can't you hear me shaking while I sing?
Ini adalah tanda musim panas yang kuharap takkan pernah berakhir, kuharap takkan pernah berakhir, kuharap takkan pernah berakhir.
Tidak pernah selesai. Tidak pernah selesai.