Lagu lain dari North Side District
Deskripsi
Dikeluarkan: 11/07/2025
Lirik dan terjemahan
Asli
Na, na, na.
Na, na, na.
Na, na, na, na.
Chcesz coś powiedzieć, mów to face to face. Ostatnio czuję tylko dźwięk.
Ostatnio czaisz i dłmie w sobie lęk. To śmiechu warte jak. Hej!
Ostatnio myślę, że śmiechu warte jest to, że pomyślałem, że oddzwonię, ale nie dodałem.
Może tak jest zawsze. Mówię, że mnie nie ma. Potem siedzę. No i zamulam na chacie.
To dziwne, ale każdy to tak ma. Samotność mamy chyba zapisaną w DNA.
Jak jestem sam, no to rośnie moja stamina. Nie mogę siedzieć, kiedy podsuwa mi się panina.
Muszę zostać sam. Muszę zostać sam.
Dzisiaj zostanę na chacie, na chacie. Muszę zostać sam. Chcesz coś powiedzieć, mów to face to face.
Ostatnio czuję tylko dźwięk. Ostatnio czaisz i dłmie w sobie lęk. To śmiechu warte jak.
Hej! Jak chcesz mówić, no to face to face do mnie.
Zalało ryjbane, tylko face mi deszcz zmoknie. Zostanę na chacie sam. Będę siedział w oknie.
Najlepsze chwile w mieście spędza się samotnie.
Muszę zrobić pull up. Nie, że jestem dziwny, tylko muszę pozamulać.
Nie, nie wyjdę z tobą, bo zostaję sam akurat. Sam na sam zostaję ze samymi chorą. Muszę zostać sam.
Muszę zostać sam.
Dzisiaj zostanę na chacie, na chacie. Muszę zostać sam. Chcesz coś powiedzieć, mów to face to face.
Ostatnio czuję tylko dźwięk. Ostatnio czaisz i dłmie w sobie lęk. To śmiechu warte jak.
Na, na, na.
Na, na, na.
Na, na, na, na.
Na, na, na, na.
Terjemahan bahasa Indonesia
Tidak, tidak, tidak.
Tidak, tidak, tidak.
Tidak, tidak, tidak, tidak.
Jika Anda ingin mengatakan sesuatu, katakan secara tatap muka. Akhir-akhir ini yang bisa kurasakan hanyalah suara.
Akhir-akhir ini kamu bersembunyi dalam ketakutan. Sungguh menggelikan bagaimana caranya. Hai!
Apa yang menurutku menggelikan akhir-akhir ini adalah aku pikir aku akan menelepon kembali tapi ternyata tidak.
Mungkin selalu seperti itu. Kubilang aku pergi. Lalu aku duduk. Dan aku terjebak di dalam rumah.
Aneh memang, tapi semua orang pasti mengalaminya. Kesepian mungkin tertulis dalam DNA kita.
Saat aku sendirian, staminaku meningkat. Saya tidak bisa duduk ketika seorang wanita ada di depan saya.
Saya harus dibiarkan sendiri. Saya harus dibiarkan sendiri.
Hari ini saya akan tinggal di pondok, di pondok. Saya harus dibiarkan sendiri. Jika Anda ingin mengatakan sesuatu, katakan secara tatap muka.
Akhir-akhir ini yang bisa kurasakan hanyalah suara. Akhir-akhir ini kamu bersembunyi dalam ketakutan. Sungguh menggelikan bagaimana caranya.
Hai! Kalau kamu ingin ngobrol, tataplah mukaku.
Banjir gila-gilaan, tapi hujan membuat wajahku basah. Saya akan tinggal sendirian di pondok. Aku akan duduk di jendela.
Saat-saat terbaik di kota dihabiskan sendirian.
Saya perlu melakukan pull up. Bukannya aku aneh, aku hanya perlu tenang.
Tidak, aku tidak akan pergi bersamamu karena aku sendirian saat ini. Saya ditinggal sendirian dengan orang yang sakit itu. Saya harus dibiarkan sendiri.
Saya harus dibiarkan sendiri.
Hari ini saya akan tinggal di pondok, di pondok. Saya harus dibiarkan sendiri. Jika Anda ingin mengatakan sesuatu, katakan secara tatap muka.
Akhir-akhir ini yang bisa kurasakan hanyalah suara. Akhir-akhir ini kamu bersembunyi dalam ketakutan. Sungguh menggelikan bagaimana caranya.
Tidak, tidak, tidak.
Tidak, tidak, tidak.
Tidak, tidak, tidak, tidak.
Tidak, tidak, tidak, tidak.