Deskripsi
Pengaduk : Ivan Gojaya
Produser: Natania Karin
Produser: Gihon Lohanda
Insinyur Utama: Ivan Gojaya
Insinyur Suara: Ivan Gojaya
Vokalis Latar Belakang: Natania Karin
Ensembel Cello: Jonathan William
Ansambel Gitar: Gihon Lohanda
Pemusik : Andika Putra
Pemusik : Evan Gunardi
Musisi: Kenny Eliezer
Pemusik : Dafish Nanda
Ansambel Biola: Michelle Melody
Ansambel Biola: Mario Lassar
Komposer: Natania Karin
Penulis Lirik: Natania Karin
Arranger: Natania Karin
Arranger: Gihon Lohanda
Lirik dan terjemahan
Asli
Suatu hari kau memutuskan 'tuk sisipkan namaku.
Dalam sebaris gurauan yang menurutku tak lucu.
Kau susulkan dengan tawamu, kau ambil gitarmu.
Sejak saat itu ku bernyanyi 'tuk lihat senyummu.
Tanpa lama kau menetap dalam ruang di hati.
Yang tak pernah sama sejak kau lupa untuk kembali.
Jadi rongga gelap yang telah lupakan bentuk diri.
Ku melihat cinta terselip dari sela jemarimu.
Yang berlari, berlari.
Di dalam kepalaku, kau masih tersenyum mainkan ku sebuah lagu.
Di dalam kepalaku, kau masih duduk melipat tanganmu.
Tengadah kepadaku, ungkapkan kata-kata tentang selamanya.
Di dalam kepalaku, masih muda dan lugu, siluet kita berjalan dan menjauh.
Bayanganmu hadir dalam wujud yang tak kukenali.
Janji-janji yang kunanti dan tak pernah kau tepati.
Kau bilang kau akan membawaku pergi dari sini.
Masih jelas dalam ingatanku bentuk rumah yang kau mau, yang kau mau.
Di dalam kepalaku, kau masih tersenyum mainkan ku sebuah lagu.
Di dalam kepalaku, kau masih duduk melipat tanganmu, mmm.
Tengadah kepadaku, ungkapkan kata-kata tentang selamanya.
Di dalam kepalaku, masih muda dan lugu, siluet kita berjalan dan menjauh.
Pernah kupercaya, mungkin kau tercipta untukku.
Pernah ku mengira, percaya saja sudah cukup.
Membawa mimpi-mimpi yang bertahun kita beri nama cinta atau kasih atau rumah yang abadi.
Rahasia janji suci, air mata altar putih.
'Tuk sesaat kau segalanya, 'tuk sesaat kau selamanya, 'tuk sesaat kau selamanya. 'Tuk sesaat kau selamanya.
'Tuk sesaat kau selamanya.
'Tuk sesaat.
Di dalam kepalamu, ku masih tersenyum nyanyikanmu sebuah lagu.
Di dalam kepalamu, entah bagaimana kita selalu.
Berjalan dalam cukup, wujudkan cita-cita tentang selamanya.
Di dalam kepalamu, sampai tua melayu, siluet kita berjalan, siluet kita berjalan dan tak luruh.
Pernah kupercaya, mungkin kau tercipta untukku.
Pernah ku mengira, percaya saja sudah cukup.
Di dalam kepalaku, kau masih tersenyum mainkan ku sebuah lagu.