Deskripsi
Dirilis pada: 14-11-2025
Lirik dan terjemahan
Asli
Zaman ilaç derler ya hiç inanamadık.
Ve doyamadık susmaya alışmış cümlelere.
Sevmiştik oysa sormadan kalbimize.
Uykusu kayıp bir rüyaydı belki de.
Yaz ortasında kalbim kış uykusunda.
Ah, nasıl anlatmalıyım ki daha?
Çıkılmaz bir kör kuyu bu.
Düzelir derken sabır da yoruldu.
Bir sorsan ben hayatla ne dalaştım.
Kaç cephede boşu boşuna savaştım.
İpin ucuna kalbimi astım da kaldım.
Yandı ne gemiler uğruna.
Düştük en yakın uzaklara.
Çoktan karıştık kayıplara.
Aşk zaten alışkın ayıplara.
Yandı ne gemiler uğruna.
Düştük en yakın uzaklara.
Çoktan karıştık kayıplara.
Aşk zaten alışkın ayıplara.
Bir sorsan ben hayatla ne dalaştım.
Kaç cephede boşu boşuna savaştım.
İpin ucuna kalbimi astım da kaldım.
Yandı ne gemiler uğruna.
Düştük en yakın uzaklara.
Çoktan karıştık kayıplara.
Aşk zaten alışkın ayıplara.
Yandı ne gemiler uğruna.
Düştük en yakın uzaklara.
Çoktan karıştık kayıplara.
Aşk zaten alışkın ayıplara.
Terjemahan bahasa Indonesia
Seperti kata pepatah, waktu adalah obat, kami tidak dapat mempercayainya.
Dan kami tidak pernah puas dengan kalimat-kalimat yang biasa digunakan untuk diam.
Kami menyukainya tanpa bertanya pada hati kami.
Mungkin tidurnya adalah mimpi yang hilang.
Di tengah musim panas hatiku berada dalam hibernasi.
Ah, bagaimana aku harus menjelaskannya?
Ini adalah lubang buta yang tidak dapat dipisahkan.
Saat berusaha menjadi lebih baik, kesabaran menjadi lelah.
Jika Anda bertanya kepada saya, apa yang saya alami dalam hidup?
Berapa banyak front yang telah saya perjuangkan dengan sia-sia?
Aku menggantungkan hatiku di ujung tali dan tetap tinggal.
Kapal macam apa yang dibakar demi hal itu?
Kami jatuh ke tempat terdekat dan terjauh.
Kami sudah tersesat.
Cinta sudah terbiasa dengan rasa malu.
Kapal macam apa yang dibakar demi hal itu?
Kami jatuh ke tempat terdekat dan terjauh.
Kami sudah tersesat.
Cinta sudah terbiasa dengan rasa malu.
Jika Anda bertanya kepada saya, apa yang saya alami dalam hidup?
Berapa banyak front yang telah saya perjuangkan dengan sia-sia?
Aku menggantungkan hatiku di ujung tali dan tetap tinggal.
Kapal macam apa yang dibakar demi hal itu?
Kami jatuh ke tempat terdekat dan terjauh.
Kami sudah tersesat.
Cinta sudah terbiasa dengan rasa malu.
Kapal macam apa yang dibakar demi hal itu?
Kami jatuh ke tempat terdekat dan terjauh.
Kami sudah tersesat.
Cinta sudah terbiasa dengan rasa malu.