Deskripsi
Arranger: Stéphane Dehut
Gitar Bass: Gadiel Amnon Bengame
Drum: Natanael Buis
Gitar Listrik: Sebastien Chouard
Gitar: Sebastien Chouard
Keyboard: Nicolas Auger
Keyboard: Stéphane Dehut
Vokal Utama: Jérémy Pauly
Vokal Utama: Julie Santamans
Insinyur Utama: Alexis Bardinet
Insinyur Pencampur: Christophe Hénin
Perkusi: Denis Benarrosh
Piano: Nicolas Auger
Produser: Stéphane Dehut
Komposer: Jérémy Pauly
Lirik dan terjemahan
Asli
C'est toujours la même histoire.
Une sonnerie, un message, un sourire sur le visage.
On se répond simplement.
Mais on sait pertinemment que tout se joue dans l'instant.
On se laisse un peu aller, livrant des banalités -légèrement enjolivées. -On rebondit, tout s'active.
Les -émotions nous enivrent. -Comme un bateau dérive.
Je ne veux vivre que des idylles.
J'adore toutes les figures de style.
Qu'on peut trouver pour se charmer, pour tourner les mots, les sublimer.
On avance des hypothèses.
Danser comme tourne un manège, des promenades sur les falaises.
-Que toutes les fois soient les premières.
-Un sourire sur ton visage fera sur -moi des ravages. -On aura des intentions.
-Des longues soirées discussion. -Avec un peu d'émotion.
On finira par s'enlacer.
Pour se voler un baiser et se laisser aller.
Je ne veux vivre que des idylles.
-J'adore toutes les figures de style.
-Qu'on peut trouver pour se charmer, pour tourner les mots, les sublimer.
Je ne veux vivre que des idylles.
J'adore toutes les figures de style.
Qu'on peut trouver pour se charmer, -pour tourner les mots, les sublimer. -Je ne veux vivre que des idylles.
J'adore toutes les figures de style.
Qu'on peut trouver pour se charmer, pour tourner les mots, les sublimer.
Terjemahan bahasa Indonesia
Ceritanya selalu sama.
Nada dering, pesan, senyuman di wajah.
Kami hanya saling menanggapi.
Namun kami tahu betul bahwa semuanya bergantung pada momen.
Kami membiarkan diri kami pergi sedikit, menyampaikan hal-hal dangkal - sedikit hiasan. -Kami bangkit kembali, semuanya diaktifkan.
Emosi memabukkan kita. -Seperti perahu yang melayang.
Saya hanya ingin hidup indah.
Saya suka semua kiasan.
Itu bisa kita temukan untuk memikat diri kita sendiri, untuk memutarbalikkan kata-kata, untuk menyublimkannya.
Kami mengajukan hipotesis.
Menari seperti komidi putar, berjalan di atas tebing.
-Biarkan setiap saat menjadi yang pertama.
-Senyum di wajahmu akan berdampak buruk padaku. -Kami akan memiliki niat.
-Diskusi malam yang panjang. -Dengan sedikit emosi.
Kita akhirnya akan berpelukan.
Untuk mencuri ciuman dan membiarkan dirimu pergi.
Saya hanya ingin hidup indah.
-Saya suka semua kiasan.
-Bahwa kita dapat menemukan cara untuk memikat diri kita sendiri, untuk memutarbalikkan kata-kata, untuk menyublimkannya.
Saya hanya ingin hidup indah.
Saya suka semua kiasan.
Yang dapat kita temukan untuk memikat diri kita sendiri, - untuk memutarbalikkan kata-kata, untuk menyublimkannya. -Saya hanya ingin hidup indah.
Saya suka semua kiasan.
Itu bisa kita temukan untuk memikat diri kita sendiri, untuk memutarbalikkan kata-kata, untuk menyublimkannya.