Lagu lain dari Seamoon
Deskripsi
Penulis Lirik Komposer: Catalina Mendez
Penulis Lirik Komposer: Luna Mar Vargas
Produser Studio: ekki
Lirik dan terjemahan
Asli
Aún recuerdo cómo me sentí ese día, rotita en pedazos, de mujer, de niña.
Aún se siente dentro un dolor reciente, como el primer amor que se rompe y miente.
¿Y si le hiciera caso a este miedo que tengo?
Miedo que da, miedo que da amarte. Miedo que da, miedo que da amarme.
Que me gusta vestirme de gris, aunque existan colores.
Calor de tarde de verano en mi guitarra, bajo ese árbol de hojas que bailaban y todo hacía sentido, y yo que te pensaba, se -detenía el mundo, nada de eso importaba.
-Y es que esa venda en los ojos que cayó, me hizo ver paisajes mejores.
Todo el amor que ya sentí se convirtió en canciones.
Todo el amor que un día fui se convirtió en montones.
Subite lentamente, flor creciente, que va a navegar -corrientes, flor valiente.
-Todo el amor que ya sentí se convirtió en canciones. Todo el amor que un día fui se convirtió en montones.
Soy lunita creciente, qué bien se siente, mmm, vengo de un sol naciente a un sol -presente.
-Sol de primavera, las flores del alba, un cielo que llora, mi cielito en calma.
Me crujió del pecho el rumor de la escarcha, un tan largo invierno -que me congelaba.
-Y miré tan alto donde se juntaba todos los anhelos que mi voz rezaba.
Y en el infinito donde yo llegaba, corazón despierto cuando imaginaba.
Lo que prometí no sirve de nada, solo me tengo a mí y lo -que callaba. -Lo que he dejado ir, pero me faltaba.
La -niña en mi jardín pide ser amada.
-Todo el amor que ya sentí se convirtió en canciones. Todo el amor que un día fui se convirtió en montones.
Subite lentamente, flor creciente, que va a navegar corrientes, flor -valiente.
-Todo el amor que ya sentí se convirtió en canciones. Todo el amor que un día fui se convirtió en montones.
Soy lunita creciente, qué bien se siente, mmm, vengo de un sol naciente a un sol presente.
Terjemahan bahasa Indonesia
Saya masih ingat bagaimana perasaan saya hari itu, hancur berkeping-keping, sebagai seorang wanita, sebagai seorang gadis.
Rasa sakit yang baru-baru ini masih terasa di dalam, seperti cinta pertama yang hancur dan berbohong.
Bagaimana jika saya mendengarkan ketakutan yang saya miliki ini?
Menakutkan, menakutkan untuk mencintaimu. Menakutkan, menakutkan untuk mencintaiku.
Bahwa aku suka berpakaian abu-abu, padahal ada warnanya.
Siang musim panas panasnya gitarku, di bawah pohon dedaunan yang menari dan segalanya masuk akal, dan aku memikirkanmu, dunia berhenti, semua itu tidak penting.
-Dan penutup mata yang jatuh membuatku melihat pemandangan lebih baik.
Semua cinta yang sudah aku rasakan menjadi lagu.
Semua cinta yang pernah kumiliki kini menjadi tumpukan.
Memanjat perlahan, menumbuhkan bunga, yang akan menavigasi - arus, bunga berani.
-Semua cinta yang aku rasakan menjadi lagu. Semua cinta yang pernah kumiliki kini menjadi tumpukan.
Aku bulan sabit, alangkah nikmatnya mmm, aku datang dari matahari terbit hingga matahari sekarang.
-Matahari musim semi, bunga fajar, langit yang menangis, langit kecilku tenang.
Suara embun beku berderak di dadaku, musim dingin yang panjang membuatku membeku.
-Dan aku melihat begitu tinggi di mana semua keinginan yang didoakan oleh suaraku dikumpulkan.
Dan di tempat tak terbatas dimana aku tiba, hati terjaga ketika aku membayangkannya.
Apa yang saya janjikan tidak ada gunanya, saya hanya memiliki diri saya sendiri dan apa yang saya diamkan. -Apa yang telah saya lepaskan, tetapi saya hilang.
Gadis di tamanku meminta untuk dicintai.
-Semua cinta yang aku rasakan menjadi lagu. Semua cinta yang pernah kumiliki kini menjadi tumpukan.
Bangkit perlahan, tumbuh bunga, yang akan mengarungi arus, bunga pemberani.
-Semua cinta yang aku rasakan menjadi lagu. Semua cinta yang pernah kumiliki kini menjadi tumpukan.
Aku bulan sabit, alangkah nikmatnya mmm, aku datang dari matahari terbit hingga matahari sekarang.