Deskripsi
Produser, Insinyur Perekaman, Insinyur Pencampur, Insinyur Mastering: Dănuț-Tudor Georgescu
Arranger, Penulis Lirik: Valentin-Florian Rauca
Arranger: Bogdan-Ioan Mezőfi
Arranger: Cristian Csapo-Martinescu
Arranger: Titus-Claudiu Vădan
Penyusun: Cium Lehel-Sandor
Penyusun: Turi Gabor-Peter
Lirik dan terjemahan
Asli
In dreams we shared, by words unspoken.
A world untold, a bond unbroken.
Had a chance to watch you sleep.
Yet echo whispered secrets deep. Soft-hearted whispers, should I dare?
Unveil the dreams we used to share. Watching you leave, a bitter pain.
Tomorrow perhaps will be better again. Soft-hearted whispers, should I dare?
Unveil the dreams we used to share. Watching you leave, a bitter pain.
Tomorrow perhaps will be better again.
Tomorrow holds promises, a hopeful letter.
As I watch you depart, daydreaming gets better.
But can you be the one who stays?
Amid the whispers, softly it fades. Soft-hearted whispers, should I dare? Unveil the dreams we used to share.
Watching you leave, a bitter pain. Tomorrow perhaps will be better again.
Soft-hearted whispers, should I dare? Unveil the dreams we used to share.
Watching you leave, a bitter pain.
Tomorrow perhaps will be better again.
Time to wake up from this fantasy.
In the space of dreams, are you with me?
Do you have enough room in your head to dream of a love that's left unsaid?
Terjemahan bahasa Indonesia
Dalam mimpi kita berbagi, dengan kata-kata yang tak terucap.
Dunia yang tak terhitung, ikatan yang tak terputus.
Punya kesempatan untuk melihatmu tidur.
Namun gema membisikkan rahasia yang dalam. Bisikan hati yang lembut, haruskah aku berani?
Ungkapkan mimpi yang biasa kita bagi. Melihatmu pergi, sungguh menyakitkan.
Besok mungkin akan lebih baik lagi. Bisikan hati yang lembut, haruskah aku berani?
Ungkapkan mimpi yang biasa kita bagi. Melihatmu pergi, sungguh menyakitkan.
Besok mungkin akan lebih baik lagi.
Besok penuh janji, surat penuh harapan.
Saat aku melihatmu pergi, lamunan menjadi lebih baik.
Tapi bisakah kamu menjadi orang yang bertahan?
Di tengah bisikan-bisikan itu, dengan lembut ia memudar. Bisikan hati yang lembut, haruskah aku berani? Ungkapkan mimpi yang biasa kita bagi.
Melihatmu pergi, sungguh menyakitkan. Besok mungkin akan lebih baik lagi.
Bisikan hati yang lembut, haruskah aku berani? Ungkapkan mimpi yang biasa kita bagi.
Melihatmu pergi, sungguh menyakitkan.
Besok mungkin akan lebih baik lagi.
Saatnya bangun dari fantasi ini.
Di ruang mimpi, apakah kamu bersamaku?
Apakah Anda memiliki cukup ruang di kepala Anda untuk memimpikan cinta yang tak terucapkan?