Deskripsi
Produser: Pablo Mora
Lirik dan terjemahan
Asli
Solo pasar hoy a su lado ha hecho que vengan a mí los fantasmas de nuestro pasado.
Solo pensar en lo vivido hace que andar y llegar al futuro parezca prohibido.
No, y no va a pasar, y no va a pasar.
Yo nunca daré por perdido todo lo que amé.
No si aún estamos unidos por un suspiro de amor y fe.
Nunca daré por perdido todo lo que sé.
No mientras en mis sentidos quede un latido de amor por él.
Pueden hablar, pero yo sigo.
Sigo mirando a la luna y haciéndole frente al destino.
Y no, y no va a pasar, y no va a pasar.
Yo nunca daré por perdido todo lo que amé.
No si aún estamos unidos por un suspiro de amor y fe.
Nunca daré por perdido todo lo que sé.
No mientras en mis sentidos quede un latido de amor por él.
Solo aquel que pierde un sueño es el que se arrepiente.
Y por todo lo que siento yo le pido a Dios, oh, oh, que mi alma quede abierta para siempre.
Oh, oh, que no sea este el momento de decir adiós.
Porque nunca daré por perdido todo lo que amé.
No si aún estamos unidos por un suspiro de amor y fe.
Nunca daré por perdido todo lo que sé.
No mientras en mis sentidos quede un latido de amor por él.
Nunca daré por perdido todo lo que amé.
Terjemahan bahasa Indonesia
Hanya melewati sisinya hari ini telah membuat hantu masa lalu kita mendatangiku.
Memikirkan apa yang telah kita alami saja membuat berjalan dan menggapai masa depan terasa terlarang.
Tidak, dan itu tidak akan terjadi, dan itu tidak akan terjadi.
Saya tidak akan pernah melepaskan semua yang saya cintai.
Belum lagi jika kita masih dipersatukan oleh desahan cinta dan iman.
Saya tidak akan pernah menyerahkan semua yang saya tahu untuk hilang.
Tidak selama detak jantung cinta padanya masih ada dalam kesadaranku.
Mereka boleh bicara, tapi saya lanjutkan.
Aku terus menatap bulan dan menghadapi takdir.
Dan tidak, dan itu tidak akan terjadi, dan itu tidak akan terjadi.
Saya tidak akan pernah melepaskan semua yang saya cintai.
Belum lagi jika kita masih dipersatukan oleh desahan cinta dan iman.
Saya tidak akan pernah menyerahkan semua yang saya tahu untuk hilang.
Tidak selama detak jantung cinta padanya masih ada dalam kesadaranku.
Hanya dia yang kehilangan mimpinyalah yang menyesalinya.
Dan untuk semua yang kurasakan, aku memohon kepada Tuhan, oh, oh, agar jiwaku tetap terbuka selamanya.
Oh, oh, biarlah ini bukan waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal.
Karena aku tidak akan pernah melepaskan semua yang kucintai.
Belum lagi jika kita masih dipersatukan oleh desahan cinta dan iman.
Saya tidak akan pernah menyerahkan semua yang saya tahu untuk hilang.
Tidak selama detak jantung cinta padanya masih ada dalam kesadaranku.
Saya tidak akan pernah melepaskan semua yang saya cintai.