Lagu lain dari Chance Peña
Deskripsi
Insinyur Rekaman, Penulis Lirik, Pemain Terkait, Komposer, Produser: Chance Peña
Penulis Lirik, Komposer: Hayden Hubers
Komposer, Penulis Lirik: Jeremy Fedryk
Insinyur Rekaman, Produser: Sarcastic Sounds
Insinyur Pencampur: Ingmar Carlson
Insinyur Utama: Hector Vega
Lirik dan terjemahan
Asli
No, I am not the man that I was, not no more.
And I can't understand why I'm doing this anymore.
Wanna leave, but I freeze when my feet reach the door.
Couldn't be what I need, and I know because I'm tongue-tied, my words have run dry.
And I don't know why I don't have anything else to say. I'm tongue-tied, alone in my mind.
Even if I tried, I doubt you'd even care anyway.
There's a hole in my chest and a burn in my lungs.
Breathe it in, breathe it out, last time, swear I'm done.
There's a war 'cause my heart's up against my own head. Wish I knew what for, but I don't. Instead,
I'm tongue-tied, my words have run dry.
And I don't know why I don't have anything else to say.
I'm tongue-tied, alone in my mind.
Even if I tried, I doubt you'd even care anyway.
The voices in my head getting loud.
Got no way of getting it out because I'm tongue-tied, my words have run dry. And I don't know why I don't have anything else to say.
I'm tongue-tied, alone in my mind.
Even if I tried, I doubt you'd even care anyway.
Terjemahan bahasa Indonesia
Tidak, aku bukanlah orang yang dulu, tidak lagi.
Dan saya tidak mengerti mengapa saya melakukan ini lagi.
Ingin pergi, tapi aku terdiam saat kakiku mencapai pintu.
Bukan yang kubutuhkan, dan aku tahu karena lidahku kelu, kata-kataku kering.
Dan aku tidak tahu mengapa aku tidak punya hal lain untuk dikatakan. Lidahku kelu, sendirian dalam pikiranku.
Bahkan jika aku mencobanya, aku ragu kamu akan peduli.
Ada lubang di dadaku dan luka bakar di paru-paruku.
Tarik napas, hembuskan, terakhir kali, bersumpah aku sudah selesai.
Ada perang karena hatiku berhadapan dengan kepalaku sendiri. Seandainya aku tahu untuk apa, tapi ternyata tidak. Sebaliknya,
Lidahku kelu, kata-kataku kering.
Dan aku tidak tahu mengapa aku tidak punya hal lain untuk dikatakan.
Lidahku kelu, sendirian dalam pikiranku.
Bahkan jika aku mencobanya, aku ragu kamu akan peduli.
Suara-suara di kepalaku semakin keras.
Tak ada cara untuk mengeluarkannya karena lidahku kelu, kata-kataku kering. Dan aku tidak tahu mengapa aku tidak punya hal lain untuk dikatakan.
Lidahku kelu, sendirian dalam pikiranku.
Bahkan jika aku mencobanya, aku ragu kamu akan peduli.