Deskripsi
Vokal, Associated Performer, Komposer, Penulis Lirik: Mahfuz
Arranger: Dama
Produser : Allame
Lirik dan terjemahan
Asli
Kara gecenin içi kafamın içi. Karşı kaldırımın soğuk çocuğuna dikiz.
Haklı yeten caddesi, gece saat iki. Sallanmadan eve gitsek yeter ona da fetiş.
Her adımın biri soru biri dert. Her kavga iki taraf, sade biri mert.
Terk eden her kez bir parça bırakır giderken. Her kapının anahtarı pikli değilmiş.
Kaybederek öğrendim cevabımı. Kimdir bu tiksinti? Nasıl geçer bilmiyorum. İsmi pis mi?
İstiyorum yerin dibine girsin. Devrim geçti, esnekleştim. Fırsatlar teptim, ıskartada tektim.
Tüm yolları geçmişken başladığım yere vardım. Gençtim, şimdi ise geçkin.
Bu ne biçim işsin? Yolum uzun üstü bataklığın yanı. Çırpındıkça dibe yapar ihmal.
Sorumuzun özü yıllardır aynı. Direnmeden niye yaşar insan? Yolum uzun üstü bataklığın yanı.
Çırpındıkça dibe yapar ihmal. Sorumuzun özü yıllardır aynı.
Direnmeden niye yaşar insan? Gecemle gündüzüm aynı. Her günüm ekinoks tane.
Yürüdüğüm tüm yollar aynı. Sanki labirentle fare. Gecemle gündüzüm aynı.
Her günüm ekinoks tane. Yürüdüğüm tüm yollar aynı. Sanki labirentle fare.
İhtiyaçtan satılıktır ömrüm acil. Bu düzende herkes kurban hem de herkes fail.
Hırslarımız gerçek, gururumuz zahir. Zaman ne getirecektir acaba söyleyin bu ahir?
Biz piranayız abim. Her on lafın dokuzu yalan, sade biri sahi.
Tekrar etmek yeni normal rutin oldu metastazın hali ve bu daha iyi.
Korkucanın yongası, çürümenin doruk noktası. Bir kaygılan olsun, neden kaybettim diye hiç sormasın.
Sanki her gün on kasım. Bozuk tesisatı tornası, kayık contası. Köreldi iştah.
Ne yedimse hep kustum. Ağlayanlar ağlar. Tüm gülenler suskun.
Tutulduysa nutkum, kaçmıyordu uykum. Tüm tabiat durgun. Bu tabiata vurgun.
Gecemle gündüzüm aynı. Her günüm ekinoks tane. Yürüdüğüm tüm yollar aynı.
Sanki labirentle fare. Gecemle gündüzüm aynı. Her günüm ekinoks tane.
Yürüdüğüm tüm yollar aynı. Sanki labirentle fare.
Terjemahan bahasa Indonesia
Bagian dalam malam hitam ada di dalam kepalaku. Lihatlah anak dingin di trotoar seberang.
Jalan Hakkı Yeten, jam dua malam. Cukuplah kita pulang tanpa gemetar, itu fetish.
Setiap langkah adalah pertanyaan dan masalah. Setiap pertarungan memiliki dua sisi, hanya satu yang berani.
Siapa yang pergi, selalu meninggalkan sepotong ketika dia pergi. Tidak semua pintu memiliki kunci.
Saya mempelajari jawaban saya dengan kalah. Siapa yang merasa jijik ini? Saya tidak tahu bagaimana kelanjutannya. Apakah namanya kotor?
Saya ingin itu dilakukan di bawah tanah. Revolusi telah berlalu, saya menjadi fleksibel. Saya melewatkan peluang, saya sia-sia.
Setelah melewati semua jalan, saya sampai di tempat saya memulai. Aku masih muda, sekarang aku sudah tua.
Pekerjaan macam apa ini? Jalanku panjang, dekat rawa. Saat ia berjuang, pengabaian tenggelam ke dasar.
Inti dari pertanyaan kami tetap sama selama bertahun-tahun. Mengapa seseorang hidup tanpa perlawanan? Jalanku panjang, dekat rawa.
Saat ia berjuang, pengabaian tenggelam ke dasar. Inti dari pertanyaan kami tetap sama selama bertahun-tahun.
Mengapa seseorang hidup tanpa perlawanan? Siang dan malamku sama saja. Setiap hari adalah titik balik.
Semua jalan yang saya lalui sama. Ini seperti labirin dan tikus. Siang dan malamku sama saja.
Setiap hari adalah titik balik. Semua jalan yang saya lalui sama. Ini seperti labirin dan tikus.
Hidup saya dijual karena kebutuhan mendesak. Dalam sistem ini, semua orang adalah korban dan semua orang adalah pelaku.
Ambisi kami nyata, kebanggaan kami terlihat jelas. Katakan padaku, apa yang akan terjadi pada akhir ini oleh waktu?
Kami adalah piranha, saudara. Sembilan dari sepuluh kata adalah kebohongan, hanya satu yang benar.
Metastasis berulang telah menjadi rutinitas normal yang baru dan ini lebih baik.
Kepingan rasa takut, puncak kebusukan. Mereka seharusnya tidak khawatir dan tidak pernah bertanya mengapa mereka kalah.
Rasanya setiap hari adalah tanggal sepuluh November. Mesin bubut pipa rusak, paking perahu. Nafsu makan sudah berkurang.
Saya selalu memuntahkan apapun yang saya makan. Mereka yang menangis menangis. Semua yang tertawa terdiam.
Aku terdiam, aku tidak bisa tidur. Seluruh alam diam. Ini merupakan pukulan terhadap alam.
Siang dan malamku sama saja. Setiap hari adalah titik balik. Semua jalan yang saya lalui sama.
Ini seperti labirin dan tikus. Siang dan malamku sama saja. Setiap hari adalah titik balik.
Semua jalan yang saya lalui sama. Ini seperti labirin dan tikus.