Lagu lain dari Djo
Deskripsi
Produser: Joe Keery
Produser: Adam Thein
Insinyur: John Rooney
Pengaduk: Manny Marroquin
Asisten Insinyur: Austin Christy
Lirik dan terjemahan
Asli
Dry those eyes, hanging on.
Through the tears, sing yourself a song.
Come back home, buddy,
I remember who you are.
Who you are.
I've known my sisters for a lifetime. I count my lucky stars that I have them.
'Cause every day they are a lifeline, an inspiration just to be a better man.
That's the truth.
I lay my life down on the line for you, that's the truth.
Yeah!
Sisters made a better brother.
When life's plan isn't shining through, you understand.
You help me see it through. And you can count on me,
I'm leaning back on you.
Hit it, Willis.
Right!
Now, when the rain started falling,
I had to close my eyes to keep myself from washing away.
But in the dark backseat, I heard something.
It was you telling me, "I got your back any day.
" My friend, my man, he's unlike any other.
I used to say I didn't have a brother. Well, I guess I can't say it anymore.
When things get hard, you don't know what to do.
Well, I've got friends who never spin the truth.
And they can trust in me, yeah, I'm leaning back on you.
Getting knocked down, down, down, down. Your nerves and black and blues.
Well, his bright smile, oh, it's just a missing tooth.
'Cause you believe in me,
I'm leaning back on you. Yeah, hey!
Go!
Yeah, it's easy!
It's not hard.
It's not hard.
Come on, where'd the bubbles go? Come on!
Leaning -back on you. -There's my man!
There's my. . .
Leaning back on you. Leaning back on you.
Leaning back on you.
Terjemahan bahasa Indonesia
Keringkan mata itu, tunggu.
Melalui air mata, nyanyikan sebuah lagu untuk dirimu sendiri.
Kembalilah ke rumah, sobat,
Saya ingat siapa Anda.
Siapa kamu.
Saya sudah mengenal saudara perempuan saya seumur hidup. Saya menghitung bintang keberuntungan saya karena saya memilikinya.
Karena setiap hari mereka adalah penyelamat, inspirasi untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Itu kebenarannya.
Aku mempertaruhkan nyawaku untukmu, itulah kebenarannya.
Ya!
Saudara perempuan menjadi saudara yang lebih baik.
Ketika rencana hidup tidak berjalan mulus, Anda mengerti.
Anda membantu saya menyelesaikannya. Dan Anda dapat mengandalkan saya,
Aku bersandar padamu.
Pukul saja, Willis.
Benar!
Kini, saat hujan mulai turun,
Saya harus menutup mata agar tidak hanyut.
Namun di kursi belakang yang gelap, aku mendengar sesuatu.
Kamulah yang memberitahuku, "Aku akan mendukungmu kapan saja.
"Temanku, kawan, dia tidak seperti yang lain.
Dulu aku bilang aku tidak punya saudara laki-laki. Yah, kurasa aku tidak bisa mengatakannya lagi.
Ketika keadaan menjadi sulit, Anda tidak tahu harus berbuat apa.
Ya, saya punya teman yang tidak pernah memutarbalikkan kebenaran.
Dan mereka bisa percaya padaku, ya, aku bersandar padamu.
Jatuh, terjatuh, terjatuh, terjatuh. Saraf dan hitam dan biru Anda.
Ya, senyumnya yang cerah, oh, itu hanya giginya yang hilang.
Karena kamu percaya padaku,
Aku bersandar padamu. Ya, hei!
Pergi!
Ya, itu mudah!
Itu tidak sulit.
Itu tidak sulit.
Ayolah, kemana perginya gelembung-gelembung itu? Ayo!
Bersandar pada Anda. -Itu laki-lakiku!
Itu milikku. . .
Bersandar padamu. Bersandar padamu.
Bersandar padamu.