Lagu lain dari Seni
Lagu lain dari Inee
Lagu lain dari SUSH1
Deskripsi
Pemain Terkait: Seni, Inee, SUSH1
Pemain Terkait: Seni
Pemain Terkait: Inee
Produser, Pelaku Terkait: SUSH1
Komposer, Penulis Lirik: Inez Janiak-Mołęcka
Komposer: Maciej Suchodolski
Komposer, Penulis Lirik: Wojciech Kamiński
Lirik dan terjemahan
Asli
Chodź, poczekajmy na deszcz, niech zmyje z nas cały gniew.
Powietrze pachnie jak szept tych chmur.
Może to był tylko test, nic nie schnie szybciej od łez.
Po prostu pozwól mi przejść przez próg.
Zakopałam jak w trumnie kilka słów, co zabiły mnie.
Oczy znowu tak ufne zamykają się, jak wysznę.
Jeśli słowem możesz zranić, to ocalisz też. Swoim wzrokiem możesz zabić, gdy opuścisz mnie.
Chodź, poczekajmy na deszcz, niech zmyje z nas cały gniew.
Powietrze pachnie jak szept tych chmur.
Może to był tylko test, nic nie schnie szybciej od łez.
Po prostu pozwól mi -przejść przez próg.
-Chodź, poczekajmy na deszcz, niech zmyje z nas cały gniew. Po prostu pozwól mi przejść przez próg.
Dlaczego ciągle chcesz z paru kropli robić ton?
Zamiast słów znów wyciągasz broń. Jak czujesz tak, to śmiało strzel. Nie będę miał ci tego za złe.
Wiem, że to mi należy się. Już nie mam sił na inny gest, dlatego. . .
Chodź, poczekajmy na deszcz, niech zmyje z nas cały gniew.
Powietrze pachnie jak szept tych chmur.
Może to był tylko test, nic nie schnie szybciej od łez. Po prostu pozwól mi przejść przez próg.
Chodź, poczekajmy na deszcz, niech zmyje z nas cały gniew.
Po prostu pozwól mi przejść przez próg.
Terjemahan bahasa Indonesia
Ayo kita tunggu hujannya, biarlah menghapus semua amarah kita.
Udara berbau seperti bisikan awan ini.
Mungkin itu hanya ujian, tidak ada yang lebih cepat kering selain air mata.
Biarkan aku berjalan melewati ambang pintu.
Saya mengubur beberapa kata seperti di peti mati, yang membunuh saya.
Mataku kembali terpejam penuh percaya saat aku pergi.
Jika kamu bisa menyakiti dengan kata-kata, kamu juga akan menyelamatkan. Matamu bisa membunuh saat kau meninggalkanku.
Ayo kita tunggu hujannya, biarlah menghapus semua amarah kita.
Udara berbau seperti bisikan awan ini.
Mungkin itu hanya ujian, tidak ada yang lebih cepat kering selain air mata.
Biarkan aku berjalan melewati ambang pintu.
-Ayo kita tunggu hujan, biarlah menghapus semua amarah kita. Biarkan aku berjalan melewati ambang pintu.
Mengapa Anda selalu ingin menghasilkan banyak uang dari beberapa tetes?
Alih-alih berkata-kata, kamu malah mengeluarkan senjatamu lagi. Jika Anda merasa seperti ini, silakan tembak. Aku tidak akan menentangmu.
Saya tahu saya pantas mendapatkannya. Saya tidak punya kekuatan untuk melakukan gerakan lain, itu sebabnya. . .
Ayo kita tunggu hujannya, biarlah menghapus semua amarah kita.
Udara berbau seperti bisikan awan ini.
Mungkin itu hanya ujian, tidak ada yang lebih cepat kering selain air mata. Biarkan aku berjalan melewati ambang pintu.
Ayo kita tunggu hujannya, biarlah menghapus semua amarah kita.
Biarkan aku berjalan melewati ambang pintu.