Lagu lain dari LUSILLON
Deskripsi
Produser: Yann Rose
Produser: lusillón
Penerbit Musik: Bantal Jamur
Komposer, Penulis Lirik: Lucía Juan
Lirik dan terjemahan
Asli
Tómate tu tiempo, tómame la mano, vamos a esperar.
Sé que estando juntos se pasa más rápido, vamos a esperar.
Esta incertidumbre no hay quien la soporte, peor son las ansias de to' los demás, que no entienden cuál es el problema, que no entienden que no hay contra quién luchar.
Tómate tu tiempo, tómate tus ganas, yo voy a esperar.
Tal vez no es hoy, pero será mañana, vamos a esperar.
No hay héroes en esta historia, tampoco un enemigo.
Solo existe tu experiencia, el apoyo de tus queridos.
Conozco un lugar al que ir, está lleno de flores en el campo, el aire se siente muy bien, está frío, pero es muy sano.
Dime, ¿qué quieres hacer? ¿Qué te apetece comer?
Dime, ¿cómo van tus ganas?
¿Qué es lo que quieres hacer?
La nieve cubre la ladera por la que ayer lanzamos nuestros cuerpos.
El chocolate no hace efecto, siento el frío hasta en los huesos, pero se respira bien, aire claro pa' tu sed de seguir, de seguir aquí.
Tómate tu tiempo, tómame la mano, vamos a esperar.
Tómate tu tiempo, tómate tus ganas, vamos a esperar, vamos a esperar, vamos a esperar, esperar.
Vamos a esperar, esperar.
Terjemahan bahasa Indonesia
Luangkan waktumu, ambil tanganku, mari kita tunggu.
Aku tahu kebersamaan itu berlalu lebih cepat, mari kita tunggu.
Tidak ada seorang pun yang dapat menanggung ketidakpastian ini, yang lebih buruk lagi adalah kecemasan orang lain, yang tidak memahami apa masalahnya, yang tidak memahami bahwa tidak ada pihak yang perlu dilawan.
Luangkan waktumu, luangkan waktumu, aku akan menunggu.
Mungkin bukan hari ini, tapi besok, kita tunggu saja.
Tidak ada pahlawan dalam cerita ini, tidak ada musuh.
Yang ada hanyalah pengalaman Anda, dukungan dari orang yang Anda cintai.
Saya tahu ke mana harus pergi, di pedesaan penuh dengan bunga, udara terasa sangat nyaman, dingin, tetapi sangat menyehatkan.
Katakan padaku, apa yang ingin kamu lakukan? Apa yang ingin kamu makan?
Katakan padaku, bagaimana keinginanmu?
Apa yang ingin kamu lakukan?
Salju menutupi lereng tempat kami membuang tubuh kami kemarin.
Cokelatnya tidak berpengaruh, aku merasakan dinginnya bahkan sampai ke tulang-tulangku, tapi kamu bisa bernapas dengan baik, udara jernih agar rasa hausmu terus berlanjut, berlanjut di sini.
Luangkan waktumu, ambil tanganku, mari kita tunggu.
Luangkan waktumu, ambil kemauanmu, ayo tunggu, tunggu, tunggu, tunggu.
Mari kita tunggu, tunggu.