Deskripsi
Pemain Terkait: Miguel Cornejo, Estilo Sin Limite
Pelaku Terkait: Miguel Cornejo
Pemain Terkait: Estilo Sin Limite
Insinyur Rekaman, Produser Eksekutif, Bass, Produser: Mario Moreno Chan
Gitar: Brandon Flores Gutierrez
Penulis Lirik, Komposer: Carlos Baute
Insinyur Pencampur, Insinyur Mastering: Raul Cabrera
Lirik dan terjemahan
Asli
Quizá no fue coincidencia encontrarme contigo.
-Tal vez esto lo hizo el destino.
-Quiero dormirme de nuevo en tu pecho.
-Y después me despierto en tus besos.
-Tu sexto sentido sueña -conmigo. -Ay, sé que pronto estaremos unidos.
-Esa sonrisa traviesa que vive conmigo. . .
-Sé que pronto estaré en tu camino, sabes que estoy colgando en tus manos. ¡Uy!
Así que no me dejes caer, sabes que estoy -colgando en tus manos.
-Te envío poemas de -mi puño y letra. -Te envío canciones de cuatro cuarenta.
-Te envío las fotos cenando en Marbella.
-Y cuando estuvimos por -Venezuela.
-Así me recuerdes y tengas presente, que mi corazón está colgando en tus manos.
Cuidado, cuidado, que mi corazón está colgando en tus manos. ¡Ay!
Tú bien sabes que siempre pienso en ti, -baby. -No perderé la esperanza de hablar contigo.
No me importa qué dice el destino.
-Quiero tener tu fragancia conmigo.
-Y beberme de ti lo -prohibido.
-Sabes que estoy colgando en tus manos, así que no me dejes caer.
Sabes que estoy colgando en tus manos. ¿Cómo dice?
Te envío poemas de -mi puño y letra. -Te envío canciones de cuatro cuarenta.
-Te envío las fotos cenando en Marbella.
-Y cuando estuvimos por -Venezuela.
-Así me recuerdes y tengas presente, que mi -corazón está colgando en tus manos. -Cuidado, mucho cuidado.
Miguel, yo te digo: me tienes en tus manos.
Cuidado, mucho cuidado. No importa qué diga el destino, quédate conmigo.
Lo quiero todo, verte y tus labios, tu cariño, lo prohibido.
¡Ay!
Terjemahan bahasa Indonesia
Mungkin bukan suatu kebetulan aku bertemu denganmu.
-Mungkin takdir yang melakukan ini.
-Aku ingin tertidur lagi di dadamu.
-Dan kemudian aku terbangun dalam ciumanmu.
-Indra keenammu bermimpi -tentang aku. -Oh, aku tahu kita akan segera bersatu.
-Senyum nakal yang hidup bersamaku. . .
-Saya tahu saya akan segera berangkat, Anda tahu saya tergantung di tangan Anda. Ups!
Jadi jangan biarkan aku jatuh, kamu tahu aku tergantung di tanganmu.
-Saya mengirimi Anda puisi dengan tulisan tangan saya sendiri. -Aku mengirimimu empat empat puluh lagu.
-Saya akan mengirimkan foto makan malam di Marbella.
-Dan ketika kami berada di -Venezuela.
-Jadi kamu mengingatku dan ingatlah bahwa hatiku tergantung di tanganmu.
Hati-hati, hati-hati, hatiku tergantung di tanganmu. Oh!
Kamu tahu betul bahwa aku selalu memikirkanmu, -sayang. -Aku tidak akan kehilangan harapan untuk berbicara denganmu.
Saya tidak peduli apa kata takdir.
-Aku ingin membawa wewangianmu bersamaku.
-Dan minum darimu apa yang -dilarang.
-Kau tahu aku tergantung di tanganmu, jadi jangan biarkan aku jatuh.
Kau tahu aku tergantung di tanganmu. Bagaimana menurut Anda?
Aku mengirimimu puisi dengan tulisan tanganku sendiri. -Aku mengirimimu empat empat puluh lagu.
-Saya akan mengirimkan foto makan malam di Marbella.
-Dan ketika kami berada di -Venezuela.
-Jadi kamu mengingatku dan ingatlah bahwa hatiku tergantung di tanganmu. -Hati-hati, sangat hati-hati.
Miguel, kuberitahu padamu: aku ada di tanganmu.
Hati-hati, sangat hati-hati. Apapun takdir yang berkata, tetaplah bersamaku.
Aku ingin semuanya, melihatmu dan bibirmu, cintamu, yang terlarang.
Oh!