Lagu lain dari Codiciado
Deskripsi
Produser: Erick De Jesús Aragón Alcantar
Komposer: Erick De Jesús Aragón Alcantar
Komposer: Adrian Cota
Produser: Erick De Jesús Aragón Alcantar
Drum: Adrian Cota
Tuba: Juan Antonio Calderon Ayala
Gitar: Leonell Alejandro Salcedo Vallecillo
Akordeon: Jair Arturo Nuñez Chavarria
Pengaduk: Peter Mokran
Pengaduk: Josh Gudwin
Master: Peter Mokran
Lirik dan terjemahan
Asli
¡Okey!
Oh. . . Otra noche loco en mi cuarto, ya estoy harto.
Y de fingir que estoy muy bien y que lo nuestro quedó en el pasado.
Me duele un chingo porque te creí el amor de mi vida.
En los excesos traté de olvidarte, pero con dos, tres tragos doble te veía.
Cada día que pasa duele más, porque me dejaste roto, sigo siendo el tonto que vive soñando en eso de nosotros.
Ver tu indiferencia me taca la más, porque pa' ti esto fue un juego, me diste en el ego.
Qué triste aceptar que estoy todo. . . ¡Ay, ay, ay!
Ey, mamacita, y así todo pendejo, yo sé que me quieres mucho.
Puro codiciado, chiquitita. ¡Chau!
Ahí te amo.
Loco de lunes a domingo y no más nada que te olvido, eso me tiene perdido en las noches buscando tu abrigo.
Sueño con volver a tenerte, pero no he corrido con suerte de que amanezcas otra vez conmigo.
Me duele un chingo porque te creí el amor de mi vida.
En los excesos traté de olvidarte, pero con dos, tres tragos doble te veía.
Cada día que pasa duele más, porque me dejaste roto, sigo siendo el tonto que vive soñando en eso de nosotros.
Ver tu indiferencia me taca la más, porque pa' ti esto fue un juego, me diste en el ego.
Qué triste aceptar que estoy todo pendejo.
Oh, oh, porque me dejaste roto.
This is for you, baby, forever. I love you forever. Puro codiciado, mijita.
¡Chau!
Terjemahan bahasa Indonesia
Oke!
Oh. . . Malam gila lainnya di kamarku, aku sudah muak.
Dan berpura-pura bahwa aku baik-baik saja dan masa lalu kita sudah berlalu.
Ini sangat menyakitkan karena saya pikir Anda adalah cinta dalam hidup saya.
Secara berlebihan aku mencoba melupakanmu, tapi dengan dua, tiga minuman ganda aku melihatmu.
Setiap hari yang berlalu semakin menyakitkan, karena kamu membuatku hancur, aku tetaplah orang bodoh yang hidup memimpikan kita.
Melihat ketidakpedulianmu adalah hal yang paling menyakitkan bagiku, karena bagimu ini adalah permainan, kamu memukul egoku.
Betapa sedihnya menerima bahwa saya adalah segalanya. . . Oh, oh, oh!
Hei, mamacita, dan seterusnya, brengsek, aku tahu kamu sangat mencintaiku.
Cerutu yang didambakan, si kecil. Selamat tinggal!
Aku mencintaimu di sana.
Gila dari Senin sampai Minggu dan tidak lebih dari aku melupakanmu, itulah yang membuatku tersesat di malam hari mencari mantelmu.
Aku bermimpi bisa memilikimu lagi, tapi aku belum cukup beruntung kamu bisa bangun bersamaku lagi.
Ini sangat menyakitkan karena saya pikir Anda adalah cinta dalam hidup saya.
Secara berlebihan aku mencoba melupakanmu, tapi dengan dua, tiga minuman ganda aku melihatmu.
Setiap hari yang berlalu semakin menyakitkan, karena kamu membuatku hancur, aku tetaplah orang bodoh yang hidup memimpikan kita.
Melihat ketidakpedulianmu adalah hal yang paling menyakitkan bagiku, karena bagimu ini adalah permainan, kamu memukul egoku.
Betapa sedihnya menerima bahwa aku semua bodoh.
Oh, oh, karena kamu membuatku hancur.
Ini untukmu, sayang, selamanya. Aku mencintaimu selamanya. Cerutu yang didambakan, mijita.
Selamat tinggal!