Lagu lain dari beno real
Deskripsi
Dirilis pada: 17-12-2025
Lirik dan terjemahan
Asli
Nadie me enseñó a vivir con la cabeza en guerra, pero aquí sigo, aprendiendo a no romperme.
Aprendí a calmarme cuando todo dolía, cuando el miedo gritaba y no me dejaba respirar.
La ansiedad me robaba mi vida, pero no pudo quitarme las ganas de avanzar.
Aprendí a calmarme, sin correr, sin huir de lo que me hace sentir, porque no todo es ser valiente, a veces es parar y sobrevivir.
Me despertaba con nudo en el pecho, con el alma cansada de fingir.
Sonreía pa' que nadie preguntara, mientras por dentro no sabía existir.
Me exigía más de lo que podía, pensando que así iba a sanar, pero el cuerpo también se cansa de aguantar sin poder hablar.
Hasta que entendí. . .
que no todo lo roto se esconde.
Aprendí a calmarme cuando todo dolía, cuando el miedo gritaba y no me dejaba respirar.
La ansiedad me robaba hasta el día, pero no pudo quitarme las ganas de avanzar.
Aprendí a escucharme en silencio, a soltar lo que no era para mí, a no culparme por los días malos y a celebrar solo por seguir aquí.
No todo se cura de golpe, no todo tiene explicación, pero luchar ya es una victoria, así que sigue peleando hasta la gloria.
Y si hoy sientes que no puedes, que el mundo te pesa de más, recuerda que no estás fallando, solo estás aprendiendo a sanar.
Aprendí a calmarme y sigo en ello, no todos los días sale el sol, pero ahora cuando llega el miedo, no me pierdo, me agarro a mi voz.
Aprendí a calmarme, sigo aquí, aunque tiemble a veces.
Al vivir, la ansiedad no es quien yo soy, solo fue una parte del camino hasta volver a mí.
Terjemahan bahasa Indonesia
Tidak ada yang mengajari saya untuk hidup dengan kepala berperang, tetapi saya masih di sini, belajar untuk tidak patah semangat.
Saya belajar untuk tenang ketika semuanya menyakitkan, ketika rasa takut menjerit dan tidak membiarkan saya bernapas.
Kecemasan mencuri hidupku, tapi tidak bisa menghilangkan keinginanku untuk maju.
Saya belajar untuk tenang, tanpa berlari, tanpa lari dari apa yang saya rasakan, karena tidak semuanya tentang menjadi berani, terkadang tentang berhenti dan bertahan.
Aku terbangun dengan perasaan sesak di dadaku, dengan jiwaku yang lelah berpura-pura.
Dia tersenyum agar tidak ada yang bertanya, sementara di dalam hatinya dia tidak tahu bagaimana caranya untuk hidup.
Saya menuntut lebih dari diri saya sendiri daripada yang saya bisa, berpikir bahwa dengan cara ini saya akan sembuh, tetapi tubuh saya juga lelah karena tidak dapat berbicara.
Sampai aku mengerti. . .
bahwa tidak semua yang rusak disembunyikan.
Saya belajar untuk tenang ketika semuanya menyakitkan, ketika rasa takut menjerit dan tidak membiarkan saya bernapas.
Kecemasan mencuri hariku, tapi tidak bisa menghilangkan keinginanku untuk maju.
Saya belajar untuk mendengarkan diri saya sendiri dalam diam, melepaskan apa yang bukan untuk saya, tidak menyalahkan diri sendiri atas hari-hari buruk dan merayakan hanya karena berada di sini.
Tidak semuanya bisa disembuhkan sekaligus, tidak semuanya ada penjelasannya, tapi berjuang sudah merupakan kemenangan, jadi teruslah berjuang sampai kejayaan.
Dan jika hari ini Anda merasa tidak mampu melakukannya, bahwa dunia terlalu membebani Anda, ingatlah bahwa Anda tidak gagal, Anda hanya belajar untuk menyembuhkan.
Aku belajar untuk tenang dan aku terus melakukannya, matahari tidak muncul setiap hari, tapi sekarang ketika rasa takut datang, aku tidak tersesat, aku menahan suaraku.
Aku belajar untuk tenang, aku tetap di sini, meski terkadang aku gemetar.
Dalam hidup, kecemasan bukanlah diriku yang sebenarnya, itu hanya bagian dari perjalanan untuk kembali padaku.