Lagu lain dari Tamer Erten
Lagu lain dari Ahlat
Deskripsi
Penulis Lirik Komposer: Tamer Erten
Penulis Lirik Komposer: Talha Küçüktopcu
Produser Studio: Nerry
Lirik dan terjemahan
Asli
Hiç kimsenin savaştığı biri değil. Ve her zaman geçerken uğradığın birisi miyim?
Sensin evim ama bıraktığım gibi değil.
Darmadağın hayallerim, omuzlarım içindeyim. Mahallenin delisiyim, ailemin nefesiyim.
Dostlarımın yanındayım, onların en güçlü sesiyim. Aklım beş karış havada, bir karış da senin payın.
Sen yoksan bende uykum, söyle ben kimi seveyim? İstemedim hiç huzurdan başka bir şey.
Yaşantımız illegaldi, duygularım hep legal.
İzlemezdim gözlerinden başka bir şey. Gördüğüm son yüz seninse orada hayatım final.
Kendime gelemiyorum, anksiyetemi bir türlü yenemiyorum.
İçimdekini dökemiyorum, bu hayatla kavgamı bitiremiyorum.
Hayat bize adil değil, hiç yaşattıklarını hak etmedik. Madem göz göze gelemedik, olsun hala bunun peşindeyim.
Hayat bize adil değil, hiç yaşattıklarını hak etmedik.
Madem göz göze -gelemedik, olsun hala bunun peşindeyim.
-Hayat bize adil değil, hiç yaşattıklarını hak etmedik.
Madem göz göze gelemedik, olsun hala bunun -peşindeyim.
-Kendime gelemiyorum, anksiyetemi bir türlü -yenemiyorum.
-İçimdekini dökemiyorum, bu hayatla kavgamı -bitiremiyorum.
-Kendime gelemiyorum, anksiyetemi bir türlü -yenemiyorum. -Unutmadım değil. . .
-Bu hayatla kavgamı bitiremiyorum.
-Hayat bize adil değil, hiç yaşattıklarını hak etmedik. Madem göz göze gelemedik, olsun hala bunun peşindeyim.
Hayat bize adil değil, hiç yaşattıklarını hak etmedik.
Madem göz göze gelemedik, olsun hala bunun peşindeyim.
Terjemahan bahasa Indonesia
Dia bukan seseorang yang dilawan siapa pun. Dan apakah aku seseorang yang selalu kamu lewati?
Kamu adalah rumahku, tapi tidak sama dengan saat aku meninggalkannya.
Aku berantakan dengan impian dan bahuku. Saya orang gila di lingkungan sekitar, saya adalah nafas keluarga saya.
Saya mendukung teman-teman saya, saya adalah suara terkuat mereka. Pikiranku berada lima inci di udara, dan satu inci adalah bagianmu.
Jika kamu tidak ada, aku mengantuk, katakan padaku siapa yang harus aku cintai? Saya tidak pernah menginginkan apa pun selain kedamaian.
Hidup kami ilegal, perasaan saya selalu legal.
Aku tidak akan melihat apa pun kecuali matamu. Jika wajah terakhir yang kulihat adalah wajahmu, hidupku sudah final di sana.
Aku tidak bisa sadar, aku tidak bisa mengatasi kegelisahanku.
Aku tak mampu mencurahkan apa yang ada dalam diriku, tak mampu mengakhiri perjuanganku dengan hidup ini.
Hidup ini tidak adil bagi kami, kami tidak pantas menerima apa yang kami lalui. Karena kami tidak bisa bertemu satu sama lain, aku masih mengejar ini.
Hidup ini tidak adil bagi kami, kami tidak pantas menerima apa yang kami lalui.
Karena kami tidak bisa bertemu satu sama lain, aku masih mengejar ini.
-Hidup ini tidak adil bagi kami, kami tidak pantas menerima apa yang mereka alami.
Karena kami tidak bisa bertemu satu sama lain, aku masih mengejar ini.
-Saya tidak bisa sadar, saya tidak bisa mengatasi kecemasan saya.
-Aku tidak bisa mencurahkan apa yang ada di dalam diriku, aku tidak bisa menyelesaikan pertarunganku dengan hidup ini.
-Saya tidak bisa sadar, saya tidak bisa mengatasi kecemasan saya. -Aku belum lupa. . .
-Aku tidak bisa menyelesaikan pertarunganku dengan hidup ini.
-Hidup ini tidak adil bagi kami, kami tidak pantas menerima apa yang mereka alami. Karena kami tidak bisa bertemu satu sama lain, aku masih mengejar ini.
Hidup ini tidak adil bagi kami, kami tidak pantas menerima apa yang kami lalui.
Karena kami tidak bisa bertemu satu sama lain, aku masih mengejar ini.