Deskripsi
Komposer : Antonius Sandy
Penulis Lirik: Antonius Sandy
Lirik dan terjemahan
Asli
Empat puluh tahun, kau hilang dalam sunyi.
Terperangkap di balik dinding memori.
Wajahmu tak lagi mengenal waktu, namun hari ini kau kembali untukku.
Saat yang kutunggu, senyummu yang dulu.
Seolah dunia terasa utuh sebelum kau pergi jauh.
Cahaya terakhir di senja yang memudar, hadirmu membawa pesan yang tak terucap.
Di ujung waktu, kau kembali bersinar, meski sesaat namun abadi di ingatan.
Suaramu yang lembut kini mengisi rumah.
Kata-kata yang gila kini jadi terang.
Kita tertawa meski langit kelam.
Di pelukanmu, aku tak lagi sasa.
Saat yang kutunggu, senyummu yang dulu.
Meski esok tak nyata, momen ini kan ku jaga.
Cahaya terakhir di senja yang memudar, hadirmu membawa pesan yang tak terucap.
Di ujung waktu, kau kembali bersinar, meski sesaat namun abadi di ingatan.
Meski waktu berlalu, kau tetap di sini.
Di dalam hatiku, kau takkan pergi.
Karena yang ini selamanya abadi.
Dalam setiap kata, kau tetap berarti.
Cahaya terakhir di senja yang memudar, hadirmu membawa pesan yang tak terucap.
Di ujung waktu, kau kembali bersinar, meski sesaat namun abadi di -ingatan.
-Cahaya terakhir di senja yang memudar, hadirmu membawa pesan yang tak terucap.
Di ujung waktu, kau kembali bersinar, meski sesaat namun abadi di. . .
Cahaya terakhir di senja yang memudar, hadirmu membawa pesan yang tak terucap.
Di ujung waktu, kau kembali bersinar, meski sesaat namun abadi di ingatan.
Meski kau pergi, kau tetap abadi dalam cahaya terakhir yang kau beri.
Meski kau pergi, kau tetap abadi dalam cahaya terakhir yang kau beri.