Deskripsi
Produser : Rachmad Adi Cahyo Nugroho
Produser: Gigih Yanuar Pratama
Produser : Andrian Adianto
Produser : Aditia Pramana Putra
Produser : Ezra Adi Nug
Insinyur Utama : Satrio Utomo
Insinyur Pencampur : Satrio Utomo
Sound Engineer: Satrio Utomo
Insinyur Perekaman: Rachmad Adi Cahyo Nugroho
Insinyur Perekaman: Andrian Adianto
Insinyur Perekaman: Yasa Wijaya
Desainer Sampul: Rio Argeta
Direktur Fotografi: Vania Artanty
Komposer : Rachmad Adi Cahyo Nugroho
Komposer : Gigih Yanuar Pratama
Komposer : Andrian Adianto
Komposer : Ezra Adi Nugroho
Komposer : Aditia Pramana Putra
Penulis Lirik : Rachmad Adi Cahyo Nugroho
Penulis Lirik: Gigih Yanuar Pratama
Penulis Lirik: Aditia Pramana Putra
Lirik dan terjemahan
Asli
Sadly hurt more in this circle.
Sadly hurt more in this circle.
A world of walls we create, the blurry of face let go.
Sadly hurt more in this circle.
Some quiet space , should leave a trace , and right to live , alone for loss, in silent grace.
But the night grows cold, the quiet walk echoes through the void between us once more.
I found myself crashing down ,
I found myself crashing down.
I found myself crashing down ,
I found myself crashing down , the truth, and I loose it all.
I found myself crashing down. I found myself crashing down.
I found myself crashing down, and I loose it all.
I loosen my grip with no regret, for once and all, and never again, never, never again!
The weight that used to be heavy, not this light load to carry away.
Everything seems to disappear in this circle, in this circle.
The weight that used to be heavy, not this light load to carry away.
Everything seems to disappear in this circle, in this circle.
I loosen my grip with no regret, for once and all, never again, never!
I loosen my grip with no regret, for once and all, never again, never!
Sadly hurt more in this circle.
Terjemahan bahasa Indonesia
Sayangnya lebih terluka di lingkaran ini.
Sayangnya lebih terluka di lingkaran ini.
Dunia tembok yang kita ciptakan, keburaman wajah dilepaskan.
Sayangnya lebih terluka di lingkaran ini.
Suatu ruang yang sunyi, harus meninggalkan jejak, dan hak untuk hidup, sendirian karena kehilangan, dalam rahmat yang sunyi.
Namun malam semakin dingin, langkah tenang bergema di antara kami sekali lagi.
Aku mendapati diriku terjatuh,
Saya mendapati diri saya terjatuh.
Aku mendapati diriku terjatuh,
Saya mendapati diri saya hancur, kenyataannya, dan saya kehilangan semuanya.
Saya mendapati diri saya terjatuh. Saya mendapati diri saya terjatuh.
Saya mendapati diri saya terjatuh, dan saya kehilangan semuanya.
Aku melepaskan cengkeramanku tanpa penyesalan, untuk sekali dan selamanya, dan tidak akan pernah lagi, tidak akan pernah, tidak akan pernah lagi!
Beban yang dulunya berat, bukan beban yang ringan untuk dibawa bepergian.
Segalanya seakan lenyap di lingkaran ini, di lingkaran ini.
Beban yang dulunya berat, bukan beban yang ringan untuk dibawa bepergian.
Segalanya seakan lenyap di lingkaran ini, di lingkaran ini.
Aku melepaskan cengkeramanku tanpa penyesalan, untuk sekali dan selamanya, tidak akan pernah lagi, tidak akan pernah lagi!
Aku melepaskan cengkeramanku tanpa penyesalan, untuk sekali dan selamanya, tidak akan pernah lagi, tidak akan pernah lagi!
Sayangnya lebih terluka di lingkaran ini.