Lagu lain dari Mitchell Yard
Deskripsi
Produser, Pemrogram: Mitchell Yard
Penulis Lirik, Komposer: Maydiën van Roessel
Komposer, Penulis Lirik: Lizzy Maya Sophia van den Herik
Komposer, Penulis Lirik: Mitchell Yard
Lirik dan terjemahan
Asli
If the walls could talk, let the stains spill the dirty.
Will they hold back?
'Cause they know better. Yeah, they know better.
Don't mean vain, I'm just human, free of assumptions.
If only the walls could talk.
-If only the walls could talk.
-Yeah, I am done, done listening to gossip. Give it to me straight, I would never pop shit.
Quick to get a doctor, don't handle what they say.
Don't handle what they make, coping ain't the way. Stains telling stories, used to never bore me.
Went from ducking down to shooting like Ori. It's pretty, that graffiti on the wall giving vibes.
We applaud a picture, accepting all the lies.
I can hear cracks, crack further in this life, but I ain't finna fix nothing for you, here's a knife.
The older I get, man, the more I despise. The more I can ditch, ayy, the freedom arrives.
If the walls could talk, let the stains spill the dirty. Will they hold back?
'Cause they know better. Yeah, they know better.
Don't mean vain, I'm just human, free of assumptions.
If only the walls could talk.
If only the walls could talk.
Will I see it as a blessing, or will I despise the. . .
Voices racing from under the wallpaper.
Loving words and quotations.
Is it a heartfelt or a no-brainer?
Stones making notations.
If the walls could talk, let the stains spill the dirty.
Will they hold back? 'Cause they know better. Yeah, they know better.
Don't mean vain, I'm just human, free of assumptions.
If only the walls could talk.
If only the walls could talk.
Terjemahan bahasa Indonesia
Jika dinding bisa berbicara, biarkan noda kotor tumpah.
Apakah mereka akan menahan diri?
Karena mereka lebih tahu. Ya, mereka lebih tahu.
Bukan bermaksud sia-sia, saya hanya manusia biasa, bebas asumsi.
Andai saja tembok bisa berbicara.
-Kalau saja dinding bisa berbicara.
-Ya, saya sudah selesai, selesai mendengarkan gosip. Jujur saja padaku, aku tidak akan pernah melontarkan omong kosong.
Cepat ke dokter, jangan tangani apa yang mereka katakan.
Jangan menangani apa yang mereka hasilkan, mengatasi bukanlah caranya. Noda bercerita, dulu tak pernah membuatku bosan.
Beralih dari merunduk menjadi menembak seperti Ori. Cantik sekali, grafiti di dinding memberi kesan.
Kami memuji sebuah gambar, menerima semua kebohongan.
Aku bisa mendengar retakan, retakan lebih jauh dalam hidup ini, tapi aku tidak akan memperbaiki apa pun untukmu, ini pisau.
Semakin tua umurku, kawan, semakin aku benci. Semakin aku bisa membolos, ayy, kebebasan pun tiba.
Jika dinding bisa berbicara, biarkan noda kotor tumpah. Apakah mereka akan menahan diri?
Karena mereka lebih tahu. Ya, mereka lebih tahu.
Bukan bermaksud sia-sia, saya hanya manusia biasa, bebas asumsi.
Andai saja tembok bisa berbicara.
Andai saja tembok bisa berbicara.
Apakah saya akan melihatnya sebagai sebuah berkah, ataukah saya akan meremehkannya. . .
Suara-suara berlomba dari bawah wallpaper.
Kata-kata dan kutipan yang penuh kasih.
Apakah itu sepenuh hati atau tidak perlu dipikirkan lagi?
Batu membuat notasi.
Jika dinding bisa berbicara, biarkan noda kotor tumpah.
Apakah mereka akan menahan diri? Karena mereka lebih tahu. Ya, mereka lebih tahu.
Bukan bermaksud sia-sia, saya hanya manusia biasa, bebas asumsi.
Andai saja tembok bisa berbicara.
Andai saja tembok bisa berbicara.