Lagu lain dari Emil Rosé
Deskripsi
Pemain Terkait: Emil Rose
Komposer, Penulis Lirik: Siyabend Alp
Penulis Lirik, Komposer: Mehmet Emre Sen
Penulis Lirik: Yunus Emre Ozturk
Penulis Lirik: Efe Aydin
Penulis Lirik: Oğuzhan Atmaca
Produser: Ryder & Seno
Lirik dan terjemahan
Asli
Gel artık naz yapma, inadı bırak. Perişanım şimdi gel şu halime bak.
Üzüldüğümüz günleri geride bırak. Gözlerime bak, son kez gözlerime bak.
Yoo, yoo karşı duramıyorum güzelliğin sanki rüya.
Yoo, yoo sensiz nefes alamam, ciğerler eder istifa.
Bir neden bulamam, gitmek yasak. Kalbin bana bir tuzak ama düşerim bu samma.
Unutamam ben seni, hapsettin sen beni.
Dönmesen bile geri sevemem ki artık senden sonra. Gel artık naz yapma, inadı bırak.
Perişanım şimdi gel şu halime bak.
Üzüldüğümüz günleri geride bırak. Gözlerime bak, son kez gözlerime bak.
Yoo, yoo karşı duramıyorum güzelliğin sanki rüya.
Yoo, yoo sensiz nefes alamam, ciğerler eder istifa.
Gel artık naz yapma, inadı bırak.
Perişanım şimdi gel şu halime bak. Üzüldüğümüz günleri geride bırak.
Gözlerime bak.
Yoo, yoo karşı duramıyorum güzelliğin sanki rüya.
Yoo, yoo sensiz nefes alamam, ciğerler eder istifa.
Yoo, yoo karşı duramıyorum güzelliğin sanki rüya.
Yoo, yoo sensiz nefes alamam, ciğerler eder istifa!
Terjemahan bahasa Indonesia
Ayolah, jangan malu-malu lagi, berhentilah keras kepala. Aku sengsara, sekarang datang dan lihat aku.
Tinggalkan hari-hari ketika kita sedih. Tatap mataku, tatap mataku untuk terakhir kalinya.
Tidak, tidak, aku tidak bisa menolak, kecantikanmu seperti mimpi.
Tidak, tidak, aku tidak bisa bernapas tanpamu, paru-paruku akan mati.
Saya tidak dapat menemukan alasannya, dilarang untuk pergi. Hatimu adalah jebakan bagiku, tapi aku jatuh ke dalam jebakan ini.
Aku tidak bisa melupakanmu, kamu memenjarakanku.
Bahkan jika kamu tidak kembali, aku tidak bisa mencintaimu kembali setelah kamu. Ayolah, jangan malu-malu lagi, berhentilah keras kepala.
Aku sengsara, sekarang datang dan lihat aku.
Tinggalkan hari-hari ketika kita sedih. Tatap mataku, tatap mataku untuk terakhir kalinya.
Tidak, tidak, aku tidak bisa menolak, kecantikanmu seperti mimpi.
Tidak, tidak, aku tidak bisa bernapas tanpamu, paru-paruku akan mati.
Ayolah, jangan malu-malu lagi, berhentilah keras kepala.
Aku sengsara, sekarang datang dan lihat aku. Tinggalkan hari-hari ketika kita sedih.
Lihatlah mataku.
Tidak, tidak, aku tidak bisa menolak, kecantikanmu seperti mimpi.
Tidak, tidak, aku tidak bisa bernapas tanpamu, paru-paruku akan mati.
Tidak, tidak, aku tidak bisa menolak, kecantikanmu seperti mimpi.
Tidak, tidak, aku tidak bisa bernapas tanpamu, paru-paruku akan mati!