Lagu lain dari ViceArnold
Deskripsi
Dirilis pada: 19-02-2026
Lirik dan terjemahan
Asli
I can do it baby!
İçimde başka sen.
Kaç yara aldım da saymadım.
Söyle sensiz ne yaparım?
Böyle yalnız kalır mı insan?
Kaldırımda ayak izleri sahte.
Sen yokken baba, dünya tam bir cehennem. Kırık sigaralar gibi yarım nefesler.
Her çekişte ciğerimden düşer bir parça.
Kime ne anlatsam, kim dinler baba?
Karanlık yutar beni, yok sabah baba. Sen yokken çok şey değişti baba.
Gökyüzü gri, yıldıza kör baba.
Her günüm kavgayla, her adım ziyan. Yalnızlık sarhoş, düşmek kolay baba.
Gece gece yaktım bir sigara daha. Beni bıraktığını kabul etmek için.
Aklıma gelip durma çünkü bu geliyor bana ağır. Giden elbet unutulur, istersen kusura bak.
Dört duvarın arasında panik atakla savaş.
Şikayetim yok, bana inanan kime döksem içimi? Gereksiz bir ton nasihat. Yalnız büyüdüm ben, sen hiç olmadan.
Kaldırımda ayak izleri sahte. Sen yokken baba, dünya tam bir cehennem.
Kırık sigaralar gibi yarım nefesler.
Her çekişte ciğerimden düşer bir parça.
Kime ne anlatsam, kim dinler baba?
Karanlık yutar beni, yok sabah baba. Sen yokken çok şey değişti baba.
Gökyüzü gri, yıldıza kör baba.
Her günüm kavgayla, her adım ziyan.
Yalnızlık sarhoş, düşmek kolay baba.
Terjemahan bahasa Indonesia
Aku bisa melakukannya sayang!
Ada kamu yang lain di dalam diriku.
Saya tidak menghitung berapa banyak luka yang saya terima.
Katakan padaku apa yang akan aku lakukan tanpamu?
Bisakah seseorang tinggal sendirian seperti ini?
Jejak kaki di trotoar itu palsu.
Tanpamu, ayah, dunia ini seperti neraka. Setengah isapan seperti rokok rusak.
Dengan setiap tarikan, sebagian darinya jatuh dari paru-paruku.
Apa yang harus kukatakan pada siapa pun, siapa yang mau mendengarkan, ayah?
Kegelapan akan menelanku, tidak ada pagi, ayah. Banyak yang berubah saat kamu pergi, ayah.
Langit kelabu, ayah buta terhadap bintang.
Setiap hari adalah pertarungan, setiap langkah sia-sia. Kesepian itu mabuk, gampang jatuh ya ayah.
Saya menyalakan sebatang rokok lagi malam itu. Untuk menerima bahwa kamu meninggalkanku.
Jangan terus-terusan terlintas dalam pikiranku karena ini sulit bagiku. Yang sudah tiada pasti akan dilupakan, maaf kalau mau.
Melawan serangan panik dalam empat dinding.
Aku tidak punya keluhan, kepada siapa aku harus mencurahkan isi hatiku yang percaya padaku? Banyak nasihat yang tidak perlu. Aku tumbuh sendirian, tanpamu.
Jejak kaki di trotoar itu palsu. Tanpamu, ayah, dunia ini seperti neraka.
Setengah isapan seperti rokok rusak.
Dengan setiap tarikan, sebagian darinya jatuh dari paru-paruku.
Apa yang harus kukatakan pada siapa pun, siapa yang mau mendengarkan, ayah?
Kegelapan akan menelanku, tidak ada pagi, ayah. Banyak yang berubah saat kamu pergi, ayah.
Langit kelabu, ayah buta terhadap bintang.
Setiap hari adalah pertarungan, setiap langkah sia-sia.
Kesepian itu mabuk, gampang jatuh ya ayah.