Lagu lain dari Revart
Lagu lain dari GULIZAR
Deskripsi
Penulis Lirik Komposer: Baran Beşer
Produser Studio: Revart
Lirik dan terjemahan
Asli
Dönemedim yine evime, sığmadım fani dünyaya.
İnsanların dertleri tükenmez, kendi sahnesinde zihin oynuyor drama.
Dönemedim yine evime, sığmadım fani dünyaya. Acıları çektim, artık yeter bunca tereme.
Omuzlarım taşır, -korkma, hafif o kollarıma. -Yaşamak saçmalaşır, yaşamak bazı günler.
Sabrım kucaklaşır mı selametiyle bilmem.
Ne kadar da hızlı uzaklaşır geçmiş, dizelerimden rapler, lirikal bir evren.
Revak güneşler seslenirken kuzeyden, yok sayıldı sonuçlar var edildi sebepten.
Akan kulaklara kalemimden tecrübe, çözmek için -bize vaat edildi bunca problem.
-Kaderimiz ördü, beden üşüdükçe, soğuruz durdukça, yanarım söndükçe. Sanırım gündüzdü, ben biraz dalgındım.
Verilmiş bir sözdü, unuttum çoktan ben.
Kendimi kandırdım, planlarım varken.
Biraz vakit alabilir, yeniden kalkarken.
Dönemedim yine evime, sığmadım fani dünyaya.
İnsanların dertleri tükenmez, kendi sahnesinde zihin oynuyor drama.
Dönemedim yine evime, sığmadım fani dünyaya. Acıları çektim, artık yeter bunca tereme.
Omuzlarım taşır, korkma, hafif o kollarıma.
Terjemahan bahasa Indonesia
Saya tidak bisa kembali ke rumah saya lagi, saya tidak bisa masuk ke dunia fana.
Masalah manusia tidak ada habisnya, pikiran memainkan drama di panggungnya sendiri.
Saya tidak bisa kembali ke rumah saya lagi, saya tidak bisa masuk ke dunia fana. Saya sudah melalui rasa sakit, sekarang sudah cukup berkeringat.
Bahuku memikulnya, - jangan takut, ringan di lenganku. -Hidup menjadi konyol, hidup menjadi konyol suatu hari nanti.
Aku tak tahu apakah kesabaranku akan menyambutmu dengan damai.
Betapa cepatnya masa lalu berlalu, rap dari syairku, alam semesta yang liris.
Meskipun matahari serambi bersinar dari utara, hasilnya diabaikan karena alasan tersebut.
Pengalaman mengalir dari pena saya ke telinga yang mengalir, untuk memecahkan - begitu banyak masalah yang dijanjikan kepada kami.
-Nasib kita terrajut, selama tubuh menjadi dingin, selama kita menjadi lebih dingin, selama pembakaranku padam. Saya pikir itu siang hari, saya sedikit terganggu.
Itu janji, aku sudah melupakannya.
Saya membodohi diri sendiri ketika saya punya rencana.
Mungkin perlu beberapa waktu untuk bangkit kembali.
Saya tidak bisa kembali ke rumah saya lagi, saya tidak bisa masuk ke dunia fana.
Masalah manusia tidak ada habisnya, pikiran memainkan drama di panggungnya sendiri.
Saya tidak bisa kembali ke rumah saya lagi, saya tidak bisa masuk ke dunia fana. Saya sudah melalui rasa sakit, sekarang sudah cukup berkeringat.
Pundakku yang memikulnya, jangan takut, ringan di lenganku.