Deskripsi
Artis Utama: Jobi Riccio
Produser: Yesaya Beard
Produser: Jobi Riccio
Produser: Jesse Timm
Komposer: Julianna Marie Riccio
Penulis Lirik Komposer: Julianna Marie Riccio
Lirik dan terjemahan
Asli
Went out to the desert to try to dry up my sorrow.
Let the sun bleach my worried heart bright white as cattle bone.
Not much to do out here but wander 'round and think.
Watch the weather moving 'cross the skies, black and blue as ink.
There's a scent, a sensation of damp earth on the wind, and I feel at once the youngest and the oldest I've ever been.
Thinking on and holding each different version in my mind.
I see each girl before me and promise them we're gonna try.
There's a mirror in these mountains.
They hold it up to my heart and remind me who I am. I've been selfish,
I've been scared.
I was unprepared for how this would be.
Cold and hurt and anger, high and tight as a fiddle string that has bound me up in grief. I am still unraveling.
My breathing, beating, living, healing, in and out and in.
Make myself turn and face the feeling and sit inside of it.
There's a mirror in these mountains.
They hold it up to my heart and remind me who I am.
I've been selfish, I've been scared.
I was unprepared for how this would. . .
Can I be honest first with me?
Practicing, practicing.
Don't wanna bleed onto everything. Can I be?
Can I be?
Terjemahan bahasa Indonesia
Pergi ke padang pasir untuk mencoba mengeringkan kesedihanku.
Biarkan matahari memutihkan hatiku yang cemas seputih tulang sapi.
Tidak banyak yang bisa dilakukan di sini kecuali berkeliling dan berpikir.
Saksikan cuaca bergerak 'melintasi langit, hitam dan biru seperti tinta.
Ada aroma, sensasi tanah lembap tertiup angin, dan aku langsung merasa paling muda dan paling tua yang pernah kualami.
Memikirkan dan mengingat setiap versi yang berbeda dalam pikiran saya.
Saya melihat setiap gadis sebelum saya dan berjanji kepada mereka bahwa kami akan mencoba.
Ada cermin di pegunungan ini.
Mereka menyimpannya di hati saya dan mengingatkan saya siapa saya. Aku sudah egois,
Saya takut.
Saya tidak siap menghadapi apa yang akan terjadi.
Dingin, sakit hati, dan amarah, tinggi dan kencang seperti tali biola yang mengikatku dalam kesedihan. saya masih terurai.
Nafasku, detaknya, hidup, penyembuhannya, masuk dan keluar dan masuk.
Membuat diriku berbalik dan menghadapi perasaan itu dan duduk di dalamnya.
Ada cermin di pegunungan ini.
Mereka menyimpannya di hati saya dan mengingatkan saya siapa saya.
Aku egois, aku takut.
Saya tidak siap menghadapi hal ini. . .
Bolehkah aku jujur dulu padaku?
Berlatih, berlatih.
Tidak ingin menumpahkan semuanya. Bisakah saya menjadi?
Bisakah saya menjadi?